Jadi Orangtua yang Solutif, Bagaimana Caranya ?

208
Pimpinan BSI Yogyakarta, Diah Pradiatiningtyas memberikan sambutan pembukaan Bincang Kampus di kampus setempat, Kamis (28/09/2017). (dwi suyono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Orangtua memiliki peran yang besar bagi kesuksesan anak-anaknya. Mereka tidak hanya bertugas merawat namun juga menjadi solusi atas persoalan yang dihadapi keluarga, termasuk masalah pendidikan.

“Orangtua memiliki peran penting dalam kelangsungan studi dan peningkatan kualitas para mahasiswa yang tengah menjalani studi di perguruan tinggi,” ujar Diah Pradiatiningtyas, Pimpinan Bina Sarana Informatika (BSI) Yogyakarta dalam Bincang Kampus bersama Orangtua Mahasiswa di kampus setempat, Kamis (28/09/2017).

Menurut Diah, orangtua tidak hanya memfasilitasi studi putra putrinya di kampus tetapi juga menjadi bagian solusi dari berbagai persoalan yang dialami anak-anaknya selama proses studi berlangsung. Dengan demikian keterlibatan mereka di kampus menjadi penting.

Baca Juga :  Alumni Sekolah Ini Profesor hingga Jenderal

“Komunikasi antara orangtua dan kampus menjadi salah satu bentuk hubungan yang baik demi kepentingan dan keberhasilan studi para mahasiswa,” paparnya.

Diah menambahkan, keterlibatan para orangtua akan sangat membantu berbagai pihak terutama pihak kampus. Pihak kampus juga memanfaatkan pola komunikasi tersebut untuk menjelaskan serta menginformasikan tentang berbagai program pendidikan di kampus.

‘Sehingga para orang tua dapat dengan mantap mendukung proses pendidikan para mahasiswa,” tandasnya.

Sementara Eko Wahyu Susanto dari Bidang Kemahasiswaan BSI Yogyakarta mengungkapkan, pihak kampus berusaha memaparkan berbagai program kampus kepada orangtua. Hal itu dilakukan agar mereka paham dengan berbagai kebijakan yang digulirkan.

“Selain itu dalam kesempatan ini pihak kampus juga menghadirkan para mahasiswa yang telah memiliki prestasi serta berbagai informasi tentang beasiswa yang dapat menjadi penyemangat dalam menyelesaikan studi,” jelasnya seraya bincang kampus dihadiri sekitar 50 orang tua para mahasiswa. (yve)

Baca Juga :  Ekonomi Kreatif DIY Potensial Berkembang