Jadi Wakil Rakyat Itu Ladang Ibadah

160
Anggota DPRD  Bantul Widodo AMd  beserta jajaran Muspika Sedayu  memberikan salam letter ‘S’ sebagai simbol huruf depan Kecamatan Sedayu yang dipopulerkan Camat Drs Fauzan Mu’arifin. (istimewa)

KORANBERNAS.ID – Anggota DPRD  Bantul Widodo AMd mengisi kegiatan reses tahun anggaran 2017 dengan menjaring aspirasi di kediamannya Dusun Sorobayan Desa Argomulyo Kecamatan Sedayu, beberapa waktu lalu.

Kegiatan  ini dihadiri anggota Fraksi Partai Golkar (FPG) DPRD DIY Drs H Agus Subagyo, Camat Sedayu Drs Fauzan Muarifin, Kapolsek Sedayu yang diwakili Panit 1 Bhinmas Iptu Agus Supraja SH, lurah desa se-Kecamatan Sedayu serta 500 tamu undangan dari tokoh agama, tokoh masyarakat dan berbagai elemen masyarakat.

Para tamu undangan disuguh hiburan karawitan (klenengan) dengan sinden  yang menembangkan lagu-lagi Jawa. “Reses adalah sebuah kegiatan anggota dewan untuk turun ke bawah (turba) guna menjaring aspirasi masyarakat,” kata Widodo.

Dirinya sengaja mengundang semua elemen masyarakat di Sedayu termasuk lurah desa di wilayah ini agar bisa menyampaikan secara  langsung berbagai keluhan ataupun keinginan melalui  dirinya sebagai wakil rakyat.

Menurut Widodo, wakil rakyat itu ibarat jembatan. “Saya ingin sebagai wakil rakyat bisa menjadi jembatan terhadap berbagai keinginan dan aspirasi warga,” kata politisi Partai Golkar itu.

Dia sudah meniatkan itu ketika terjun ke partai politik. Baginya, menjadi wakil rakyat adalah ladang ibadah dan pengabdian. “Saya ingin memberikan manfaat bagi masyarakat dan ingin hidup saya memberikan arti,” katanya.

Bukan hanya saat reses, namun Widodo tidak segan-segan selalu menghadiri acara dan mengikuti beragam kegiatan masyarakat di wilayah Sedayu yang menjadi salah satu kecamatan di daerah pemilihan (dapil)-nya ataupun di kegiatan masyarakat Bantul lainnya.

Widodo sengjaha memilih hiburan klenengan sebagai bentuk dukungan terhadap  pelestarian  seni tradisi yang lahir, berkembang dan hidup di tengah  masyarakat agar tetap lestari. Kelak seni tradisi itu bisa diwariskan kepada generasi penerus, selain tentunya sebagai sarana hiburan bagi masyarakat di Sedayu.

Camat Fauzan  dalam sambutanya mengingatkan tentang Nawala 2  Camat Sedayu guna mencapai visi Kecamatan Sedayu yakni Terwujudnya Pelayanan Prima Menuju Masyarakat Sedayu yang Berdaya, Dinamis dan Sejahtera.

Adapun isi Nawala tersebut di antaranya agar masyarakat memotong dan merapikan pohon-pohon yang berpotensi roboh bila terjadi hujan atau angin kencang.

Kemudian, memotong dan merapikan ranting pohon yang berada di sekitar aliran kabel listrik, kabel telepon dan yang menjorok ke jalan agar tidak menganggu pengguna jalan utamanya kendaraan besar.

“Masyarakat saya minta juga untuk melakukan normalisasi Saluran Air Hujan (SAH) dan saluran irigasi yang tersumbat agar tidak terjadi genangan yang menyebabkan banjir,” katanya.

Dia juga berharap masyarakat  melakukan mitigasi bencana, melakukan optimalisasi PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) dalam rangka angka bebas jentik 100 persen, serta melakukan kegiatan tadi secara bertahap melalui koordinasi dan gotong royong sebagai akar budaya bangsa Indonesia. (sol)