Jaga Jarimu Saat Pegang Handphone

135
Narasumber berfoto bersama di sela-sela acara dialog bersama, Minggu (16/09/2018), di Balai RK Mangkuyudan Yogyakarta. (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Keberadaan media sosial strategis untuk mengoptimalkan pelayanan publik. Fungsi inilah yang semestinya didorong untuk lebih ditonjolkan. Publik terutama pemilik akun media sosial perlu diingatkan supaya lebih bijak serta tidak mudah menjadi penyebar hoax.

Ajakan ini mengemuka dalam dialog Rembugan  tentang Strategi Perangi Hoax, Fitnah dan Ujaran Kebencian yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) DIY, Minggu (16/09/2018), di Balai RK Mangkuyudan Kota Yogyakarta.

“Perlu diingat, jaga jari kita saat pegang handphone dan harus berbudi luhur. Semua pihak, yang memiliki akun medsos, lebih bijaklah bermedia sosial. Bagaimana menghadapi hoax,  berita palsu,  begitu menerima berita,  foto dan video,  kalau tidak benar,  langsung hapus saja,” kata Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY.

Keberadaan media sosial adalah hasil dari hadirnya teknologi informasi.  Secara ringkas,  anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD DIY dapil Kota Yogyakarta ini menyampaikan ada falsafah kebudayaan yaitu tepung, dunung dan srawung.

Melalui tiga tahapan ini, teknologi yang hadir harus dimaknai sebagai alat semata untuk berkomunikasi di era internet ini. “Ayo bersama memahami, mari belajar dan bisnis, komunikasi antar-manusia bersama-sama, agar tidak terjebak jadi pelaku penyebar hoax,” kata dia.

Baca Juga :  Tanda Cinta Anggota DPRD untuk DIY

Turut hadir dalam dialog ini Kepala Dinas Kominfo DIY, Roni Primanto Hari. Acara ini dihadiri pula Wakil Bupati Trenggalek Muhammad Nur Arifin yang melihat proses dialog sekaligus mewakili sosok muda yang kini menjadi pemimpin daerah.

Bijak menggunakan media sosial artinya berpedoman pada ideologi bangsa,  Pancasila, yaitu berperikemanusiaan yang adil dan beradab,  jangan menyakiti,  jangan fitnah,  dan sila ketiga persatuan Indonesia.

“Semua ini, tentunya tak melupakan Pancasila,  dalam pengertian jangan melupakan hal yang mendasar, hal yang baik kita sampaikan,” kata Eko Suwanto.

Saat menggunakan media sosial lewat akun di WA maupun facebook terekam oleh jejak digital dan terlacak. Inilah perlunya berhati-hati saat menggunakan sosial media.

Pemerintah daerah pun terus didorong agar merealisasikan Perda pengelolaan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan pelayanan publik, termasuk untuk keperluan penanggulangan bencana alam.

Baca Juga :  Abdi Dalem Jamas Pusaka Kyai Turunsih

“Merapi, dan Parangtritis sudah bisa terpantau lewat kanal aplikasi Jogja Istimewa,  kita akan berikan dukungan penuh pengembangan ke depan,” kata Eko Suwanto.

Sedangkan Roni Primanto menjelaskan aplikasi Jogja Istimewa  yang dikembangkan Dikominfo DIY dilengkapi live streaming, pemantauan lalu lintas di titik stragegis hingga info terkini kondisi pemantauan Gunung Merapi untuk antisipasi bencana.

Tersedia pula informasi publik mengenai prosedur bayar pajak hingga waktu dan nilai bayar pajak. Ada e-lapor untuk masalah yang dihadapi rakyat, misalnya kerusakan jalan. Tersedia akses interet gratis di co-working space.

Lurah Mantrijeron Suranto Waluyo menyampaikan dirinya mengapresiasi banyak pelaku seni di kelurahan tersebut. Keberadaan paguyuban seni itu perlu akses anggaran dari pemerintah.

“Kita senang warga berdialog langsung dengan Kominfo dan DPRD DIY,  mohon bisa difasilitasi ke depan atas segala aspirasi warga,” kata Suranto Waluyo. (sol)