Jaga Warga Bisa Berperan Redam Emosi Warga

74
Sosialisasi jaga warga yang dilakukan Satpol PP Sleman bersama Pemerintah Kecamatan Tempel, Selasa (13/02/2018) malam. (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sleman bersama Pemerintah Kecamatan Tempel melakukan Sosialisasi Peraturan Gubernur DIY Nomor 9 Tahun 2015 tentang Jaga Warga,  Selasa (13/02/2018) malam, di Dusun Jlopo Pondokrejo Tempel.

Kabid Trantib Satpol PP Kabupaten Sleman, Akhmad Edi Santoso, menjelaskan Jaga Warga merupakan upaya keamanan, ketenteraman, ketertiban dan kesejahteraan serta menumbuhkan kembali nilai-nilai luhur di masyarakat dengan mengoptimalkan pranata sosial.

Tidak jarang penyelesaian masalah di masyarakat lebih mengedepankan emosi dan tanpa pikir panjang, seperti main hakim sendiri terhadap pencuri yang tertangkap.

Dengan adanya Jawa Warga, jika muncul masalah sosial seperti itu, termasuk kemiskinan, pendidikan dan kesehatan, dapat diredam.

Baca Juga :  Delapan Perangkat Daerah di Sleman Dinilai KID Belum Maksimal Terapkan PPID

“Jaga Warga ini berfungsi menangani dan menyelesaikan gangguan sosial  serta menciptakan keselarasan dan pencapaian trantib di masyarakat di tingkat padukuhan sesuai kesepakatan bersama yang tidak bertentangan dengan hukum,” kata Edi.

Adapun kewenangan Jaga Warga membuat tata tertib kehidupan sosial yang disepakati warga masyarakat dan melakukan upaya penegakan tata tertib yang telah disepakati.

“Jaga Warga juga mempunyai kewenangan melakukan mediasi dan fasilitasi upaya pemecahan masalah di masyarakat,” terangnya.

Di Sleman sendiri sudah terbentuk Jaga Warga di 34 padukuhan.  “Targetnya setiap tahun dibentuk 17 padukuhan Jaga Warga perwakilan masing-masing kecamatan di Sleman,” tambah Edi.

Kepala Dukuh  Dusun Jlopo, Farchurohman, menyambut positif pembentukan Jaga Warga. Program ini memotivasi warga untuk menumbuhkan kebersamaan serta meminimalisasi konflik perselisihan yang terjadi di tingkat padukuhan.

Baca Juga :  Bambang Ditemukan Meninggal  di Kontrakan

“Kami sangat mendukung program ini. Dengan adanya  Jaga Warga, masalah di tingkat padukuhan dapat diselesaikan bersama,” kata Fatchurohman. (sol)