Jagoan Sumsel Byanca Raih Emas di Kelas G

60
Pesilat cilik asal Sumatera Selatan, Byanca Xaviera, berhasil meraih satu medali emas setelah di partai final pencak silat O2SN, Rabu (19/09/2018), berhasil mengalahkan lawannya. (rosihan anwar/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Setelah mengalahkan lawan-lawannya, pesilat putri Byanca Xaviera, asal Sumatera Selatan, berhasil meraih medali emas di cabang pencak silat.

Pesilat berusia 11 tahun yang turun di kelas G itu mengaku mempersiapkan diri sejak lama dengan mengikuti berbagai kejuaraan silat, baik di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi.

Ya, cukup lama persiapannya, hampir 2,5 tahun,” katanya, Rabu (19/09/2018), kepada koranbernas.id.

Usai menyabet emas pada partai final yang digelar di Indraprastha Ballroom Sahid Jaya Hotel Yogyakarta, Byanca mengungkapkan ingin terus berprestasi di cabang pencak silat hingga ke pentas atau kejuaraan dunia.

“Perasaannya bangga, senang bisa juara. Harapannya besok bisa lebih meningkat lagi,” tutur Byanca.

Baca Juga :  Youthober Meriahkan Plaza Ambarrukmo

Sementara itu, Ardo Eka Saputra, pelatih Byanca menuturkan, persiapan yang dilakukan untuk maju ke ajang O2SN tahun 2018 cukup panjang. Namun dirinya bersyukur anak asuhnya berhasil meraih medali.

“Biasanya, O2SN itu setahun sekali. Jadi, kita mempersiapkan sudah dari setahun yang lalu, mulai dari latihannya, berat badannya, kelas yang akan diikuti,” ujar Ardo.

Tak hanya itu, Ardo Eka Saputra menilai ada peningkatan yang signifikan dari hasil latihan Byanca selama ini. Ardo berharap anak asuhnya dapat diikutsertakan dalam kejuaraan di tingkat internasional usai menjadi jawara O2SN.

Ya, Alhamdulillah ada peningkatan. Tahun lalu, dia tidak lolos untuk O2SN ini, sekarang malah juara. Kalau untuk kejuaraan internasional, nanti menunggu pengumuman apakah Byanca dipanggil atau tidak,” jelasnya.

Baca Juga :  Gusti Yudha pun Turun ke Dusun

Selain berlaga di nomor tanding atau fighter, Byanca masih berkesempatan menambah medali emas dari nomor seni. Hal ini karena setiap pesilat pelajar dari 34 provinsi yang berlaga diperkenankan maksimal ikut di dua nomor pertandingan. (sol)