Jajaran Ditlantas DIY Dikumpulkan Selepas Subuh

198
Anggota Ditlantas DIY menandatangani pakta integritas usai apel yang digelar selepas Subuh, Selasa (10/04/2018). (rosihan anwar/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Ditlantas Polda DIY menggelar apel Selasa (10/04/2018) pagi pukul 05:30 yang diikuti semua jajarannya. Upacara itu digelar di Halaman Kantor Ditlantas Jalan Tentara Pelajar 11 Kota Yogyakarta.

Apel yang terbilang tak biasa itu digelar selepas Subuh serta dipimpin langsung Direktur Ditlantas Polda DIY, Kombes Polisi Latif Usman.

Seluruh jajaran Ditlantas menandatangani pakta integritas dalam rangka membangun zona integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

“Ini momentum, membangkitkan dan mengingatkan kembali tugas-tugas kita, karena integritas itu dibangun dari pribadi masing-masing,” katanya kepada sejumlah media.

Menurut Latif Usman, penandatanganan pakta integritas tersebut dijadikan momentum untuk meningkatkan komitmen jajaran polisi lintas untuk memerangi praktik kolusi, korupsi dan pungli serta meningkatkan layanan prima kepada masyarakat.

“Pakta integritas dimaksudkan untuk betul-betul mengingatkan kembali ketentuan yang ada, dan sebetulnya ini sudah berjalan. Kita harus bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme itu sudah ada sejak dulu, tapi kita ingatkan kembali,” terangnya kepada koranbernas.id.

Kombes Polisi Latif Usman menampik dilaksanakannya penandatangan pakta integritas karena indikasi praktik pungli di jajaran Ditlantas Polda DIY.

Pakta tersebut ditujukan agar kinerja jajarannya dalam melakukan pelayanan selalu meningkat seiring harapan publik terhadap Polri.

“Ini hanya untuk mengingatkan kepada seluruh anggota, mari betul-betul melaksanakan tugas ini, karena tuntutan masyarakat semakin hari semakin meningkat. Ekspektasi masyarakat terhadap Polri semakin tinggi,” papar dia.

Seluruh jajaran Ditlantas menandatangi surat pernyataan yang berisi tujuh poin pakta integritas. Di antaranya berjanji tidak akan melakukan korupsi, kolusi dan praktik pungli, serta bersedia menerima sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) dari insititusi.

Beberapa waktu lalu memang sempat beredar video terkait dengan oknum polisi yang meminta sejumlah uang saat menilang pengendara sepeda motor yang melanggar.

Meski begitu, Dirlantas Kombes Polisi Latif Usman juga membantah ditandatanganinya  pakta integritas akibat dipicu viralnya video tersebut di media sosial. (sol)