Jalan di Kantong Kemiskinan Tak Lagi Rusak

193

KORANBERNAS.ID – Jalan-jalan  di kawasan kantong kemiskinan Kabupaten Kebumen yang beberapa tahun terakhir kondisinya rusak dan sempit, kini tak lagi rusak.

Dinas Pekerjaaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR)  Kebumen, dalam tahun anggaran 2018, meningkatkan 7 ruas jalan kabupaten di kawasan itu, sehingga menjadi  lebih baik dan  lebih lebar.

Upaya  peningkatan jalan  kabupaten di Kecamatan Sadang, Karanggayam dan Sempor, di  kawasan pegunungan, yang selama ini  dikenal  sebagai kantong kemiskinan di  bagian utara Kabupaten  Kebumen, pada tahun anggaran 2018 dialokasikan anggaran  Rp 55 miliar. Direncanakan  akhir tahun ini, 7 ruas jalan  itu menjadi  lebih baik.

“Peningkatan jalan kabupaten di wilayah  kantong kemiskinan, sebagai upaya percepatan dan perluasan pertumbuhan ekonomi yang berbasis pertanian,“  kata Muhamad  Arifin SSi MT,  Sekretaris Dinas PU-PR kepada wartawan di Press Center Kebumen, Senin (16/04/2018). Peningkatan jalan itu untuk membuka akses wilayah yang masih sulit dijangkau.

Baca Juga :  Bus Terbakar di Sedayu, Penumpang Berhamburan

Didampingi Kepala Bagian Humas Pemkab Kebumen Drs Sukamto MT dia menambahkan,  tujuh ruas jalan yang berada di wilayah  kantong kemiskinan meliputi ruas jalan  Wadasmalang- Slepi, Kenteng-Ketileng, Wonotirto-Gunungsari, Krakal-Sadangkulon, Pagebangan   Sumogede, Kebakalan-Giritirto dan Karangsamhung-Sadangwetan. “Disiapkan anggaran Rp  55 miliar,“ kata Muhamad Arifin.

Peningkatan 7 ruas jalan kabupaten itu, kelanjutan peningkatan jalan tahun sebelumnya. Pemkab Kebumen telah melaksanakan pelebaran jalan.

Warga pemilik tanah yang terkena pelebaran jalan, sudah menyerahkan  kepada Pemkab,  sehingga tidak ada ganti rugi. Ganti rugi hanya diberikan kepada pemilik bangunan tumah, yang terkena pelebaran jalan. “Pelebaran jalan juga ada di  lahan milik Perhutani,“ kata Muhamad Arifin.

Peningkatan  jalan itu menggunakan beberapa struktur atau konstruksi rigid beton pada beberapa bagian dengan badan jalan yang labil. Konstruksi ini yang paling tepat untuk daerah-daerah dengan badan jalan yang labil. (sol)

Baca Juga :  ‘Jo Podo Nelongso’, Komunikasi Ala SBY