Jalan Ini Integrasikan Wisata Sleman-Gunungkidul

837
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X didampingi bupati Gunungkidul dan bupati Sleman melakukan pengguntinfan pita pada peresmian jembatan menghubungkan Sleman - Gunungkidul di wilayah Desa Ngoro-oro Kecamatan Patuk Gunungkidul, Rabu (10/01/2018). (st aryono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Dalam upaya meningkatkan potensi pariwisata di Kabupaten Sleman dan Gunungkidul, pemerintah DIY membangun jalan penghubung baru antara kedua kabupaten. Dengan dibangunnya jalan yang ditandai dengan pembangunan jembatan yang diberinama Sembada – Handayani bisa mengembangkan pariwisata Prambanan, Tebing Breksi dan Gunung Api Purba Nglanggeran.

Jalur penghubung ini dimulai dari pembangunan jembatan sepanjang 90 meter dengan lebar 9 meter. Selain itu dibangun jalan awal sepanjang 1 km di Sleman tepatnya di dusun Lemah Abang, Desa Gayamharjo, Prambanan dan 3 Km di wilayah Gunungkidul, tepatnya di Dusun Gembyong, Desa Ngoro-oro, Patuk.

Jembatan sembada Handayani dan jalan pendekatannya merupakan kegiatan perintis untuk menuju program pengembangan jaringan jalan baru Prambanan -Gayamharjo-Tawang -Ngalang-Gading,”kata Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIY, Muhammad Mansyur pada peresmian jembatan. Presmian ditandai pengguntingan pita oleh gubernur didampingi bupati Gunungkidul dan bupati Sleman, Rabu (10/01/2018).

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan, pembangunan jalan ini diharapkan mengintegrasikan sejumlah obyek wisata yang ada dikawasan Sleman wilayah timur dengan kabupaten Gunungkidul.

“Sepanjang jalan ini banyak sekali obyek wisata yang bisa dilihat baik itu keindahan alam, candi, ada breksi dan sebagainya jadi ini potensial untuk tempat pariwisata. Jadi bagaimana manajemen pengelolaan masyarakat kedua kabupaten,”kata Sultan.

Jalan itu jalan tersebut untuk mengurangi kepadatan jalur Yogyakarta- Wonosari melalui Piyungan.

“Untuk ke Gunungkidul orang Sleman lewat sini (Jembatan Sembada-Handayani) sampai ke Gading masuk ke kota Wonosari. Begitu sebaliknya orang sini mau ke Sleman lewat sini. Jadi ini jalan strategis kebetulan obyek wisata ada banyak,”tuturnya.

Sultan berharap, masyarakat sekitar diharapkan dapat mengambil peluang dan kesempatan dari pembangunan infastrktur tersebut. Sehingga peningkatan aksesibilitas dalam rangka mendukung pertumnbuhan dan kebangkitan ekonomi akan di rasakan bagi warga di dua Kabupaten. Selain itu, dengan dibangunnya Jogja Outer Ringroad (JORR) di jalan Prambanan – Piyungan bisa memudahkan masyarakat melakukan mobilitas.

Bupati Sleman, Sri Purnomo mengatakan, dengan akses baru ini bisa meningkatkan kunjungan wisata di Sleman wilayah timur seperti tebing breksi, candi ijo, dan sejumlah lokasi lainnya seperti lava Bantal.

“Dengan integrasi ini bisa meningkatkan perekonomian warga,”katanya.

Sementara Bupati Gunungkidul, Badingah, mengatakan, Kabupaten Gunungkidul terus mengembangkan potensi pariwisata, dan pertanian. Untuk pariwisata memang terkendala jalan yang sering macet di jalur utama. Dengan pembangunan jalan ini diharapkan bisa meningkatkan kunjungan wisatawan.

Sri Purnomo menambahkan, jembatan tersebut merupakan asset strategis untuk menghidupkan pariwisata dikedua daerah, tentu untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, tentu kalau peluang tersebut bisa dimanfatkan masyarakat kedua daerah. Jembatan tersebut juga mampu mempermudah untuk berkunjung ke dua daerah tersebut.
Peresmian jembatan ditutup dengan meninjau potensi wisata yang ada di Kabupaten Sleman seperti objek wisata candi ijo, bukit Breksi, dan lain-lain dengan melewati jalur jembatan sembada handayani yang menuju Piyungan.(yve)