Jalan Lintas Selatan Selatan Bisa Digunakan Fungsional H-3

235
Jembatan Luk Ulo yang menghubungkan Desa Ayam Putih, Kecamatan Buluspesantren dengan Desa Tanggulangin, Kecamatan Klirong, Kamis (07/06/2018). (Nanang WH/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Meskipun pengecoran terakhir Jembatan Luk Ulo baru selesai Sabtu ( 09/06/2018) dini hari, Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker-PJN) Wilayah  2 Jateng memastikan, H-3, Jalan lintas Selatan Selatan (JLSS) atau Jalan Pantai Selatan Jawa (Pansela) di Kabupaten Kebumen sudah  bisa digunakan fungsional.

Dari aspek konstruksi, Jembatan Luk Ulo bisa dilalui kendaraan roda 4 dan roda 2.

“Insya Allah siap, H-3 ya,“ kata Pejabat Pembuat  Komitmen (PPK) 12 pada Satker PJN Wilayah 2 Jateng Andi Nugroho Jati, kepada koranbernas.id, Sabtu (09/06/2012) dini hari. Setelah merampungkan pengecoran Jembatan  Luk Ulo, dilakukan perayaan, dengan menyalakan kembang  api di jembatan itu.

Andi Nugroho Jati mengatakan, satkernya hanya menyiapkan infrastruktur jalan dan jembatan untuk mengurangi kepadatan arus mudik dan balik di jalur utama selatan. Keputusan apakah JLSS digunakan fungsional untuk arus mudik dan balik Lebaran menjadi kewenangan Polres Kebumen dan Dinas Perhubungan Kebumen.

Baca Juga :  Ternyata, Tanam Kangkung Lebih Untung Dibanding Padi

Hari Selasa (05/06/2028), Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar kepada korandernas.id mengungkapkan, membutuhkan personel yang cukup banyak untuk mengoperasionalkan  JLSS.

Sementara personel yang mendukung  Operasi Ketupat 2018, sebagian besar sudah ditempatkan di jalan utama selatan dan jalur alternatif Jalan Daendels.

Faktor lain dari aspek keselamatan berlalu lintas, di sepanjang  jalan baru itu belum ada rambu lampu lintas yang memenuhi standar dan lampu penerangan jalan umum.  Jika pun,  JLSS digunakan fungsional, maka hanya di siang hari, dengan jam operasi yang terbatas.

Jika diharuskan memilih, Lebaran tahun ini,  Polres Kebumen memilih mengutamakan jalur  utama untuk arus mudik dan balik, meskipun sangat mungkin perlu kerja keras untuk  mengurai kemacetan yang sangat mungkin terjadi.

Baca Juga :  2017, Ternyata Nelayan Kebumen Panen

Sebab, jika mengoperasinalkan  fungsional JLSS, perlu personel tambahan, dengan menambah personel dari satuan lain, dengan status Bawah Kendali Operasi (BKO) Polres Kebumen.

“Pengoperasionalan fungsional jalan tol pantura, Polda mem-BKO-kan dari sejumlah polres,”kata Arief Bahtiar yang didampingi Wakapolres Kebumen Kompol Prayuda Widiatmoko.

Begitu juga jika JLSS digunakan fungsional, Polres Kebumen perlu personel tambahan, dengan status BKO Polres Kebumen untuk  pengamanan di jalan dengan anggaran lebih dari Rp 243 miliar.(SM)