Jalur Lintas Selatan Dibuka

Hanya Bisa Dilalui Kendaraan dengan Tinggi Maksimal 2,1 Meter

267
Jalan menuju ke Jembatan Luk Ulo dipasang pemberitahuan  jam beroperasi, Selasa (12/06/2018). (nanang wh/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Kurang dari sepekan usai pengerjaan pengecoran akhir Jembatan Luk Ulo, Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional (Satker-PJN) Wilayah 2 Jateng, siap membuka Jalur Jalan Lintas Selatan (JLSS) fungsional.

Rencananya jembatan dan jalan siap digunakan Rabu (13/06/2018).  Namun hanya untuk kendaraan dengan tinggi maksimum 2,1 meter. Jam operasi jembatan tertera 06:00-17:00.

“Rencana Rabu dibuka untuk kendaraan ringan, hari ini motor boleh lewat jembatan,“ kata seorang pekerja proyek ini, Selasa (12/06/2018).

Pengecoran Jembatan Luk Ulo terakhir Sabtu (09/06/2018). Jembatan ini menghubungkan jalan sepanjang  38,5 km.

Pengamatan koranbernas.id, kondisi jalan di ujung jembatan memang belum diaspal, namun sudah bisa difungsikan.  Pembangunan pagar jembatan baru proses pemasangan besi beton.

Baca Juga :  Bagian Bangunan Bekas Gedung RSUD Dipreteli Pencuri

Larangan bersandar di pagar jembatan terpasang. Di bagian pinggir  jembatan, kontraktor sudah memasang lampu penerangan darurat. Ada pos pengamanan yang dijaga petugas kontraktor.

Pekerja membersihkan  lantai Jembatan Luk Ulo sebelum   difungsikan mulai Rabu (13/06/2018). (nanang wh/koranbernas.id)

Kurang dari 500 meter barat jembatan ke arah Gombong, dipasang portal dan rambu pemberitahuan tinggi portal. Tinggi portal dan rambu menunjukkan kendaraan maksimum yang boleh melewati hanya 2,1 meter. Artinya bus, mini bus serta truk tidak boleh lewat jalan ini.

Belum tampak pos pengamanan. Setidaknya hal itu yang terlihat dari Desa Setrojenar Kecamatan Buluspesantren ke barat hingga Desa Tambakmulyo Kecamatan Puring sepanjang hampir 15 km.

Di beberapa persimpangan dengan jalan kabupaten, kontraktor memasang pemberitahuan banyak  penyeberang jalan.

Baca Juga :  Pernyataan Fadel Muhammad Penuh Misteri

Kondisi  jalur utama selatan Jawa di Kabupaten Kebumen tampak lancar. Kemungkinan, JLSS tidak dijadikan jalan  alternatif. Jalan  alternatif yang dipersiapkan untuk mengurangi kepadatan arus,   hanya Jalan Daendels di utara JLSS.

Pekan lalu, Pejabat Pembuat Komitmen 12 pada Satker PJN  Wilayah 2 Jateng, Andi Nugroho Jati, mengatakan hanya menyiapkan infrastrukturnya  jika diperlukan jalan alternatif. Keputusan JLSS  menjadi jalan alternatif atau tidak, yang mengetahui Polri.

Pembangunan JLSS berdasarkan  kontrak kerja berakhir 31 Desember 2018. Proyek multiyears selama 3 tahun ini biayanya antara lain bersumber dari pinjaman Islamic Development Bank sebesar Rp 243 miliar. (sol)