Jalur Lintas Selatan Difungsikan Saat Lebaran

Hanya Sementara, Usai Lebaran Ditutup Lagi

619
Pembangunan Jembatan Ayam Putih menghubungkan Kecamatan Buluspesantren dan  Klirong Purworejo, Kamis (31/05/2018) .(nanang wh/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Direktorat Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat merencanakan Jalur Jalan Lintas Selatan (JLSS) di Kabupaten Kebumen sepanjang 38,5 km difungsikan saat Lebaran Idul Fitri 1439 Hijriyah.

Namun, pemanfaatan jalan tersebut sifatnya hanya sementara untuk mengurangi kepadatan arus lalu lintas di jalur utama selatan Jawa. Setelah lebaran jalan yang dibangun dengan anggaran Rp 243 miliar ditutup  kembali.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 12 Satuan Kerja Pelaksanaan  Jalan Nasional Wilayah I Jateng, Andi  Nugroho Jati, kepada koranbernas.id, Kamis (31/05/2018) memastikan, jalan baru itu bisa fungsional dimanfaatkan lebaran tahun ini.

Kontraktor sedang merampungkan pembangunan Jembatan Ayam Putih yang membentang di atas Sungai Luk Ulo.

Pembangunan jembatan  sekarang tahap pemasangan bentang terakhir di sisi barat jembatan. Terlihat masih cukup banyak pekerjaan harus dirampungkan.

Dia memastikan pembangunan jembatan itu bisa selesai sebelum lebaran. Saat lebaran bisa dilalui kendaraan roda dua dan empat. “Setelah lebaran ditutup lagi,“ kata Andi Nugroho Jati di tempat pembangunan jembatan Ayam Putih.

Saat JLSS difungsikan untuk lalu lintas  Lebaran, belum ada rambu-rambu lalu lintas, seperti rambu petunjuk persimpangan  jalan.  Kontraktor sudah  merampungkan marka jalan di sepanjang 38,5 km.

Jalan Lintas Selatan Selatan Jateng yang kelak dikenal Jalan Pantai Selatan (Pansela) di Kabupaten Kebumen berbeda dengan JLSS di Kabupaten Purworejo.

Jalan yang dibangun sejak 2016 dan berakhkir 31 Desember 2018 ini merupakan  jalan baru. Bukan peningkatan Jalan Daendels seperti yang ada di Kabupaten Purworejo.

Jalan Pansela Jawa di Kebumen terhubung dengan jalur utama selatan Jateng dari Kota Gombong ke arah selatan menuju JLSS ke arah timur (Yogyakarta).

Jalan yang terhubung di Kecamatan Temon Kabupaten Kulonprogo diperkirakan baru  bisa difungsikan permanen paling cepat semester pertama 2019. (sol)