Jangan Buang Kamera Analog Anda, Kini Harganya Selangit

297
Alvin Candrakirana, fotografer profesional memperlihatkan karya foto kamera analognya disela peresmian Studio Alvin Photography di Jalan Candrakirana 10 Yogyakarta, Minggu (26/03/2018).(yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Seiring perkembangan teknologi digital, kamera analog banyak ditinggalkan fotografer atau pecinta fotografi. Tingkat kesulitan dan biaya yang lebih mahal seringkali membuat banyak orang lebih memilih kamera digital alih-alih analog.

Tapi tunggu dulu, tidak perlu memasukkan kamera analog anda ke gudang atau menjadikannya barang vintage. Sebab tren penggunaan kamera analog untuk pemotretan kembali mengemuka.

Bahkan banyak permintaan dari customer di studio foto untuk memotret berbagai momen istimewa. Harganya tak tanggung-tanggung, sekali photoshot bisa mencapai belasan juta.

“Tren kamera analog muncul awalnya di luar negeri. Ada fotografer terkenal yang memotret berbagai momen menggunakan kamera dan diposting di media sosial yang akhirnya viral dimana-mana hingga ke Indonesia sejak setahun terakhir,” ujar Alvin Fauzie, fotografer profesional dalam peresmian Studio Alvin Photography Yogyakarta, Minggu (25/03/2018).

Baca Juga :  Bupati Hadiri Peringatan HUT Tagana

Berbeda dengan kamera digital, permintaan foto menggunakan kamera analog lebih pada momen-momen khusus seperti prewedding, pernikahan, maternity atau foto kehamilan serta foto keluarga. Dicontohkan fotografer yang pernah beberapa kali meraih penghargaan di tingkat nasional ini, sekali sesi pemotretan menggunakan kamera analog, dirinya membandrol harga sekitar Rp 17 juta.

Tingginya biaya karena kebutuhan sarana pemotretan kamera analog saja bisa mencapai Rp 3 juta untuk sekali sesi pemotretan. Meski cukup mahal, foto yang dihasilkan kamera analog memiliki kelebihan yang tak bisa didapat dari penggunaan kamera digital.

“Tone dan ukuran sensor kamera analog lebih bagus, medium formatnya juga beda dengan digital,” jelasnya.

Fotografer yang juga membuka usahanya di Semarang ini menambahkan, setting foto untuk pemotretan juga semakin berkembang saat ini. Kalau dulu pemotretan hanya indoor atau didalam studio, saat ini masyarakat lebih suka berfoto dengan latar belakang outdoor.

Baca Juga :  Polisi Razia Konvoi Pelajar

Tak hanya di dalam negeri, banyak pelanggan rela pergi ke luar negeri seperti Korea, Jepang dan lainnya untuk bisa mendapatkan hasil foto terbaik. Setiap bulannya ada lebih dari 500 permintaan sesi foto untuk berbagai acara.

“Bahkan ada permintaan foto wisuda secara outdoor atau diolah seakan-akan berada di outdoor seperti pantai,” ungkapnya.(yve)