Jangan Lagi Ada Dendam dan Kebencian

237
Peresmian Nama Jalan Arteri Yogyakarta, Selasa (03/10/2017). (istimewa)

KORANBERNAS.ID – Pembukaan selubung papan nama oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Selasa (03/10/2017), menandai diresmikannya nama Jalan lingkar Yogyakarta yang membentang dan melingkari kota ini.

Dalam sambutannya, Sultan HB X menuturkan kini saatnya bangsa Indonesia bersatu padu tanpa harus mengungkit masa lalu, jangan lagi ada dendam serta kebencian.

“Dengan banyaknya suku dan golongan yang bersatu padu maka bangsa menjadi lebih maju,” kata dia.

Yang menarik dari acara seremonial yang berlangsung di Perempatan Ringroad Jombor kali ini, hadir Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heriawan, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Timur Ahmad Sukardi, Walikota Bandung Ridwan Kamil.

Jalan Siliwangi dan Jalan Pajajaran diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat dan Walikota Bandung. Jalan Majapahit dan Jalan Brawijaya diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur yang diwakili oleh Sekda Provinsi Jatim.

Sedangkan Jalan Ahmad Yani diresmikan oleh  Komandan Korem 072 Pamungkas dan Jalan Prof Dr Wirjono Prodjodikoro SH diresmikan oleh Kepala Pengadilan Tinggi Yogyakarta.

Jalan lingkar yang populer disebut ringroad ini membentang mulai dari utara simpang tiga  Maguwoharjo Depok Sleman sampai Kronggahan Gamping, Madukismo dan Banguntapan Bantul dan ke utara lagi sampai Maguwoharjo.

Jalan lingkar Yogyakarta merupakan jalan nasional yang dibangun bertahap mulai 1994 dan dimanfaatkan secara penuh mulai 2010. Jalan itu dibagi menjadi tiga ruas yaitu Jalan Arteri Utara Barat, Jalan Arteri Utara dan Jalan Arteri Selatan.

Peresmian nama jalan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Gubernur DIY Nomor 166/KEP/2017 tanggal 24 Agustus 2017.

Tiga ruas jalan arteri tersebut dibagi menjadi enam ruas jalan yaitu Jalan Siliwangi (8,58 Km) dengan batas awal Simpang Empat Pelemgurih dan batas akhir Simpang Empat Jombor.

Jalan Pajajaran, panjang ruas 10,00 Km, batas awal Simpang Empat Jombor dan batas akhir Simpang Tiga Maguwoharjo.

Kemudian Jalan Majapahit, panjang ruas 3,08 Km, dengan batas awal Simpang tiga Janti dan batas akhir simpang empat Jalan Wonosari.

Sedang Jalan Ahmad Yani sepanjang 6,50 Km dengan batas awal Simpang empat Jalan Wonosari dan batas akhir Simpang empat Jalan Imogiri Barat.

Sementara Jalan Prof  Dr Wirjono Prodjodikoro SH panjang ruas 2,73 Km dengan batas awal  Simpang empat Jalan Imogiri Barat dan batas akhir Simpang empat Dongkelan.

Dan Jalan Brawijaya, panjang ruas 5,84  Km dengan batas awal Simpang empat Dongkelan dan batas akhir Simpang Tiga Gamping.

Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI menyampaikan dengan diresmikannya nama jalan arteri tersebut dapat semakin membangkitkan semangat persatuan bangsa.

Selain itu, juga memudahkan masyarakat mengenali jalan atau alamat dan menambah nilai estetika jalan itu sendiri.

Jalan bukan hanya merupakan sarana perhubungan semata, melainkan juga merupakan sarana dan prasarana peningkatan kehidupan perekonomian rakyat.

“Tersedianya sarana jalan yang representatif akan merangsang dan memacu masyarakat melakukan berbagai aktivitas sosial maupun ekonomi, sehingga kehidupan masyarakat di sekitar jalur jalan tersebut kian dinamis dan tinggi tingkat mobilitasnya,” kata Sri Purnomo. (sol)