Jangan Sampai Ada Siswa Tak Ikut UNBK

256
 SMP 1 Wedi Klaten (dok koranbernas.id)

KORAN BERNAS.ID — Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten, Sunardi SPd, mengimbau seluruh siswa kelas 9 SMP mengikuti ujian nasional berbasis komputer ( UNBK) yang akan dilaksanakan akhir April 2018.

Pihak sekolah juga diimbau jangan sampai melarang anak didik mengikuti UNBK, hanya karena alasan belum membayar sumbangan.

“Kalau ada yang melarang siswa tidak mampu ikut UNBK hanya karena belum bayar sumbangan laporkan saya. Saya jamin ikut dan saya antar ke sekolahnya,” kata Sunardi, Kamis (15/02/2018).

Sunardi menanggapi itu terkait adanya pungutan di SMP 1 Wedi,  untuk pengadaan komputer dan try out. Dalam pungutan itu seluruh siswa kelas 7 dan 8 dipatok sumbangan Rp 200 ribu dan siswa kelas 9 dipatok Rp 650 ribu untuk pengadaan komputer Rp 300 ribu dan try out Rp 350 ribu.

Sejumlah orangtua mengeluh sebab tidak ada perbedaan antara siswa mampu dan siswa tidak mampu. Sunardi tidak membenarkan hal itu terjadi. Namun dia menyarankan pihak sekolah jangan membebani siswa tidak mampu dengan memungut dana untuk kegiatan apapun.

Di tempat terpisah, Kepala Bidang Pendidikan SMP Dinas Pendidikan Klaten, Widiyarto, menyatakan pihak sekolah tidak boleh menentukan indeks (besarnya sumbangan). Harusnya, kata dia,  ada perbedaan antara siswa tidak mampu dengan siswa mampu.

Menanggapi sumbangan orang tua/wali murid untuk pendidikan, Widiyarto menjawab sesuai aturan memang diperolehkan.

“Aturannya boleh. Orang tua boleh saja memberi sumbangan. Tetapi jangan ditentukan indeksnya (nominalnya),” jelas Didik, panggilan akrab Widiyarto. (sol)