Petani tembakau Temanggung menjemur hasil panen, Rabu (6/9/2017). (endri yarsana/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Para petani tembakau di Kabupaten Temanggung diminta untuk menjaga kualitas tanamannya pada musim panen tahun ini, dan tidak mencampurnya dengan tembakau dari luar ketika panenan nanti. Sebab pabrik rokok tidak akan membeli tembakau Temanggung yang tidak berkualitas dan dicampur dengan tembakau dari luar.

Selain larangan dicampur dengan tembakau luar, petani juga diminta tidak mencampurnya dengan kotoran untuk menambah bobotnya. Apabila petani mampu menjaga kualitas dan kemurnian tembakau Temanggung itu, maka dipastikan selain akan terbeli.

“Harganya juga akan tinggi,” ujar Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan (Dintanbunhut) Temanggung, Ronny Nurhastuti, di kantornya, Rabu (6/9/2017).

Kepastian tentang pabrik rokok hanya akan membeli tembakau berkualitas diperoleh setelah pihaknya bersama kalangan DPRD Temanggung, melakukan kunjungan kerja ke perusahaan rokok Gudang Garam (GG) Kediri belum lama ini.

Baca Juga :  Bila Para Jaksa Bagikan Bunga

“Pabrik rokok Gudang Garam telah menyatakan kesediannya untuk membeli tembakau dari Temanggung sebanyak 6.500 ton, dengan syarat berkualitas atau bukan tembakau irengan, serta tidak dicampur tembakau dari luar atau kotoran,” tandasnya.

Bila ada petani yang masih nekat mencampurnya dengan hasil dari luar, maka hal itu dapat merugikan semua petani tembakau di Temanggung. Lantaran, kepercayaan pabrik rokok pada petani menjadi turun dan mereka enggan lagi untuk membeli komoditas yang pernah dijuluki emas hijau tersebut.

“Saat ini yang terpenting ialah komitmen petani menjaga kualitas tembakau itu, sebab, menurut pabrik rokok kondisi cuaca pada musim tanam sekarang ini sangat mendukung. Mudah-mudahan, selanjutnya juga tetap mendukung, sehingga hasil panenannya bagus,” papar dia.

Baca Juga :  Tim Melakukan Verifikasi Terhadap Calon Penerima Kalpataru

Menurutnya, pada musim tanam tahun ini, jumlah luasan tanaman tembakau akan dibatasi sama dengan tahun-tahun sebelumnya, yakni 11.759 hektar. Dengan produksi rata-rata setiap hektare 0,61 ton, maka hasil keseluruhan tembakau Temanggung akan mencapai kurang lebih 7.167 ton.

Dengan adanya pembatasan lahan dan hasil tersebut, diharapkan seluruh tembakau Temanggung nantinya akan dapat diserap oleh pasar dengan harga yang tinggi. Sesuai dengan hukum pasar, apabila hasil tanaman tembakau Temanggung terlalu melimpah, maka dikhawatirkan harganya pun akan menjadi rendah.

Apabila keseluruhan hasil tembakau Temanggung itu dibeli oleh GG sebanyak 6.500 ton, maka sisa produksinya tinggal sekitar 600 ton.

“Jumlah tersebut kami harapkan dapat dibeli oleh pabrik-pabrik rokok kecil yang selama ini juga telah membeli tembakau Temanggung,” harapnya.(yve)