Jantung Pisang  pun Jadi Gudeg yang Lezat

478
Pemilik Waroeng Ndesso, Yudi Susanto (kanan), menunjukkan menu ingkung ayam dikombinasi gudeg jantung pisang, Selasa (09/01/2018). (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Jantung pisang di masa  lalu hanya dijadikan campuran pakan ternak utamanya sapi. Kalaupun ada yang memasak, tidak jarang juga muncul anggapan sebagai orang yang kurang mampu secara ekonomi.

Namun di tangan Yudi Susanto (36) pemilik ”Waroeng Ndesso”, jantung pisang ternyata bisa diolah menjadi makanan yang lezat, banyak digemari dan bernilai ekonomis tinggi.

Di tempat Yudi yang membuka usaha sejak 2011 tersebut, jantung pisang diolah menjadi oseng  dan yang menu terbaru sejak dua tahun terakhir adalah gudeg jantung pisang.

“Pada zaman dulu orang mengkonsumi jantung pisang ada kesan orang susah, karena jantung pisang dulu untuk pakan ternak khususnya sapi kok dimakan orang,” kata Yudi saat ditemui koranbernas.id di cabang usahanya ke-3 Dusun Santan Desa Guwosari Kecamatan Pajangan Bantul, Selasa (09/01/2018).

Seiring berkembangnya waktu, dan orang semakin berinovasi membuat olahan makanan, jantung  pisang kemudian ‘disulap’ menjadi makanan nan lezat dan banyak penggemar dari berbagai kalangan.

Baca Juga :  PMI Bentuk Pengurus Hingga Kecamatan

“Saya membuat olahan jantung pisang setelah mengamati lingkungan. Ternyata selama ini jantung pisang jarang dimanfaatkan untuk konsumsi. Padahal banyak dan melimpah. Dari sana kemudian kami olah, dan ibu saya yang memasaknya,” kata Yudi.

Semakin lama, penggemar olahan jantung pisang semakin bertambah karena menyebar dari mulut ke mulut. Menu ini menjadi sayur yang diburu di tempat makan dengan menu utama ingkung ayam Jawa itu.

Setidaknya  setiap hari 6 kilo jantung mentah habis diolah. Jumlah itu akan berlipat tiga kali manakala akhir pekan atau musim liburan.

Ny Sariyati (50), ibu dari Yudi yang setiap hari mengolah jantung pisang mengatakan  jenis jantung yang paling enak dimasak adalah pisang kluthuk. Untuk usia pohon pisang  tidak masalah, yang penting saat memasak kulit luarnya dibuang terlebih dahulu.

Baca Juga :  Di Pasar Semampir, Bupati bantul Kesengsem Tempe Besengek

Setelah itu jantung diiris dan dicuci bersih kemudian direbus hingga matang. Barulah dimasak menggunakan bumbu pada umumnya. “Untuk satu kilo jantung pisang bisa  untuk 5-6 porsi,” katanya.

Adapun jantung pisang itu mereka membeli dari warga sekitar ataupun dari pemasok. Harganya Rp 15.000 per kilogram.

“Saya memang ingin memberdayakan ekonomi lokal dan masyarakat sekitar. Jadi selain jantung pisang, untuk ayam yang menjadi bahan utama ingkung di tempat ini, saya  juga  ambil dari produk peternak lokal,” tambah Yudi.

Hingga saat ini usaha itu sudah mempu menyerap tenaga kerja total berjumlah 27 orang dari warga sekitar. “Karena memang saya ingin kehadiran tempat usaha saya ini memberi manfaat bagi lingkungan,” katanya.  (sol)