Jasa Raharja Berdayakan UMKM di DIY

266
Wahyu Widodo, Kepala PT Jasa Raharja Cabang Yogyakarta (tengah) menyampaikan paparan dalam pelathan di Hotel Grand Tjokro, 8 Desember 2017.(yvestaputu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — PT Jasa Raharja Cabang Yogyakarta menyalurkan dana untuk mendukung pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui program Penyaluran Kredit Modal Bergulir (PKBL) sebesar Rp 1 miliar. Penyaluran dana tersebut merupakan program bina lingkungan sebagai bagian dari PKBL selain .

Salah satu realisasi program tersebut diantaranya Pendidikan dan Pelatihan Peningkatan Motivasi Jiwa Kewirausahaan pada mitra binaan PT Jasa Raharja. Untuk tahun ini, pelatihan diikuti 28 UMKM.

“Rata-rata sekitar dua puluhan umkm yang belum mampu mengakses dana dari perbankan kami berikan bantuan usaha selain pelatihan,” ujar Wahyu Widodo, Kepala PT Jasa Raharja Cabang Yogyakarta disela pelathan di Hotel Grand Tjokro
, 8-9 Desember 2017.

Pemberian pinjaman dana tersebut sangat penting bagi UMKM untuk mengembangkan usahanya. Apalagi, pemerintah saat ini telah menurunkan jasa imbal pengembangan dari sebelumnya 6 persen menjadi hanya 3 persen.

Penurunan tersebut, tambah dia, sebagai bukti komitmen pemerintah untuk membantu menumbuhkan sektor usaha kecil dan menengah agar berkembang lebih pesat.

Sesuai peraturan pemerintah, UMKM bisa mendapatkan pinjaman hingga Rp200 juta. Namun harus dilihat secara benar-benar prospek usaha yang dikembangkan dan kemampuan pengembaliannya.

“Tahun ini dana yang bisa dipinjamkan ke umkm mulai dari sepuluh juta hingga tujuh puluh lima juta. Mereka terdiri dari para perajin, penjahit, usaha kos-kosan, penggilingan padi, kelontong dan lainnya. UMKM yang mengajukan pinjaman minimal sudah menjalankan usaha minimal dua tahun,” ungkapnya.

Sementara Nurcahya, Kanit Program Kemitraan dan Bina Lingkungan PT Jasa Raharja Cabang Yogyakarta menjelaskan pelatihan manajerial tersebut sangat penting diberikan. Sebab selama ini UMKM sering kesulitan dalam mengembangkan sistem manajerial.

“Pelatihan ini diharapkan semakin meningkatkan ketrampilan umkm untuk mengembangkan usahanya secara profesional. Ada monitoring dari kami bagi para peminjam dana untuk memastikan pengembangan usaha sesuai kebutuhan pasar,” imbuhnya.(yve)