Jatuh di Lumpur Disambut Sorak Gembira

363
Lomba gebug guling dalam rangka HUT RI, berlangsung seru. (arie giyarto/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Peringatan 73 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini benar-benar memberikan kegembiraan masyarakat. Semua wilayah kecamatan di Kota Yogyakarta menyelenggarakan berbagai kegiatan.

Pelaksanaannya sampai tingkat kelurahan, rukun warga bahkan Rukun Tetangga atau RT. Aneka lomba melibatkan anak-anak sampai lansia digelar di mana-mana.

Di wilayah RW 08 Kelurahan Sorosutan Kecamatan Umbulharjo Yogyakarta, meski di tingkat RW sudah melibatkan lima RT di wilayahnya, namun takmir Masjid Baiturrohim yang ada di wilayah itu pun menggelar acara sendiri. Hal ini untuk memberikan kegembiraan terutama bagi jamaahnya.

Sepak bola lumpur, pemain harus pakai kacamata. (arie giyarto/koranbernas.id)

“Kami menggelar lomba yang lumayan unik. Antara lain sepakbola di sawah berlumpur. Juga voli serta lomba gebug-gebugan guling di atas sebatang kayu. Bawahnya pun lumpur,” kata Haryudi, seorang takmir masjid tersebut kepada koranbernas.id, Rabu (15/08/2018) sore.

Untuk menjaga keselamatan peserta lomba terutama sepakbola yang tendangannya bisa melontarkan lumpur, peserta diwajibkan mengenakan kacamata.

Kepanitiaan yang dibentuk secara mandiri dari kalangan anak-anak muda itu menyediakan hadiah menarik bagi para pemenang. Kebetulan di dekat lokasi masih terdapat areal persawahan yang belum lama dipanen. Setiap berlangsung lomba, warga antusias menyaksikan. Pada lomba gebug guling, setiap ada yang jatuh, mereka pun bersorak gembira.

Sementara kepanitiaan tingkat RW 08, Rabu (15/08/2018) sore menyelenggarakan acara ziarah dengan tabur bunga di makam Tunjung Kluthuk.

Tim sepakbola lumpur siap bertanding. (arie giyarto/koranbernas.id)

Almarhumah merupakan cikal bakal penduduk setempat dan “penghuni” makam tersebut. Letaknya di tengah-tengah makam dengan nisan besar. Makam tersebut kini sudah penuh sehingga jika ada warga meninggal sebagian harus dikubur bertumpuk  di makam suami atau istri, kakak, adik yang sudah terlebih dahulu dimakamkan di sana.

“Ini merupakan wujud penghormatan kita kepada tokoh-tokoh pejuang kemerdekaan negara. Kita mohonkan kepada Allah agar arwahnya diterima di sisi-Nya,” kata RM Santosa Tri Iriyanto SIP, Ketua RW 08.

Warga ziarah ke makam Tunjung Kluthuk. (arie giyarto/koranbernas.id)

Dia juga berharap agar perjuangan almarhum almarhumah bisa menyemangati yang masih hidup untuk terus berjuang melanjutkan dan mengisi kemerdekaan.

Ketua panitia tingkat RW Aji Karnanto SE menyatakan ini merupakan bagian dari banyak kegiatan menyambut 73 tahun RI. Kamis (16/08/2018) malam berlangsung malam tirakatan di lima RT masing-masing.

Selain kebersihan lingkungan dan berbagai lomba, digelar jalan sehat diikuti seluruh warga. Rangkaian acara ditutup malam kesenian pada 25 Agustus dengan menampilkan potensi warga. (sol)