Jauh ke Bandung, Pemkab Temanggung Belajar Siaran TV

459
Kabag Humas Witarso Saptono Putro bersama Kasubbag Publikasi dan Dokumentasi Wahyono mendapat penjelasan dari crew salah satu stasiun televisi nasional.(istimewa)

KORANBERNAS.ID–Pemerintah Kabupaten Temanggung baru-baru ini mengadakan studi banding masalah konten siaran TV ke Kompas TV Jawa Barat dan Bandung TV.  Studi banding bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang pembuatan konten/ materi siaran TV terkait akan segera beroperasinya secara resmi Temanggung TV.

Kabag Humas Setda Kabupaten Temanggung, Witarso Saptono Putro di kantornya, Rabu (03/10/2017) menjelaskan dalam kegiatan studi banding sengaja memilih stasiun Kompas TV Jawa Barat yang berada di Kota Bandung dan Bandung TV yang dinilai konten siarannya cukup baik.

Dengan melakukan studi banding di dua stasiun TV yang notabene merupakan stasiun TV lokal bisa mendapatkan gambaran yang lebih konkret tentang pembuatan materi siaran TV agar menarik untuk dinikmati oleh para pemirsa. Dengan demikian manakala nanti keberadaan Temanggung TV milik Pemkab Temanggung sudah beroperasi secara efektif  bisa memproduksi materi siaran yang baik dan menarik.

Baca Juga :  LIPI Bagikan Bibit Durian Unggul

“Kita sengaja ngangsu kaweruh dengan Kompas TV Jabar dan Bandung TV  tentang bagaimana tata cara membuat konten siaran TV yang bisa mengena dihati pemirsa. Dua stasiun TV tersebut dipandang mampu menyajikan  materi siaran yang cukup menarik,” ujarnya.

Dikemukakan, dalam kegiatan studi banding tersebut banyak mendapat  penjelasan tentang konten siaran yang selama ini ditayangkan. Sebagai stasiun TV lokal baik Kompas TV maupun Bandung TV memilih materi siaran yang berbasis kearifan lokal yang sudah lekat di hati masyarakat setempat. Kompas TV misalnya  menyajikan acara banyolan Longser Sunda, Pojok si Cepot, program komedi khas Sunda dengan pemerannya wayang golek dan Damar Parahyangan, program berita berbahasa Sunda.

Demikian halnya Bandung TV menitikberatkan program acaranya pada upaya pencerahan masyarakat dalam segala aspek kehidupan dengan pondasi seni budaya lokal. Acara yang ditayangkan diantaranya Midang, Wayang Golek, Golempang, Klip Parahyangan dan Bentang Parahyangan.

Baca Juga :  Penghuni Kos Sulit Menghindar Saat Didatangi Petugas BNN

“Dari hasil studi banding kita mendapat banyak pelajaran berharga tentang konten siaran sebagai persiapan manakala kita nanti membuat materi siaran untuk di tayangkan di Temanggung TV,“ tandasnya.

Sebagaimana diketahui saat ini Temanggung TV tengah uji coba siaran  menggunakan satelit Telkom 3S. Dikatakan uji coba siaran bertujuan untuk mengukur kualitas maupun kuantitas siaran sekaligus mengenalkan kepada publik. Materi uji coba siaran menyiarkan berbagai informasi pembangunan, pemerintahan, budaya, kepariwisataan, home industri dan potensi unggulan lainnya.

Siaran ujicoba direncanakan sampai akhir Oktober dan pada bulan November  mendatang sudah bisa melakukan siaran resmi. Untuk dapat menikmati siaran Temanggung TV warga masyarakat bisa mengakses dengan mengarahkan antena   ke satelit Telkom 3S pada frekuensi 3570/H/3000.(SM)