Jauh Lebih Nyaman, Tapi Terminal Klaten Tetap Sepi

921
Petugas Kementerian Perhubungan mencatat dan mendata bus dari arah Solo menuju Jogja, di Terminal Bus Ir Soekarno Klaten. Sejak awal 2017 lalu semua bus yang masuk terminal tidak dipungut retribusi. (Masal Gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Terminal Bus Ir Soekarno Klaten pada awal 2017 lalu resmi berstatus sebagai terminal type “A”. Artinya pengelolaan terminal tersebut berada langsung dibawah Kementerian Perhubungan. Meski telah dikelola pusat namun kondisi terminal masih tetap sepi

Apa sebab?. Karena banyak penumpang yang memilih berangkat ke tempat tujuan dengan naik bus di agen-agen pinggir jalan yang notabene dekat rumah.

Seperti misalnya di agen kawasan Bendogantungan, Prambanan, Kraguman, Mojayan dekat Pasar Srago, Karangwuni dan Delanggu.

“Sebenarnya kami sudah pernah mengimbau agar penumpang naik bus dari terminal. Tetapi tetap saja masih banyak yang naik di agen pinggir jalan. Padahal fasilitas di terminal sudah lengkap dan nyaman,” kata Kepala Terminal Ir Soekarno Klaten, Marjono.

Selain menyarankan penumpang untuk naik bus dari terminal, Marjono juga telah menyarankan para agen di sejumlah lokasi untuk pindah ke dalam terminal. Namun tetap saja para agen itu menolak dan tetap buka usaha di pinggir jalan.

Akibatnya, kondisi terminal menjadi sepi meski banyak bus yang parkir di terminal menunggu jadwal keberangkatan ke sejumlah kota di pulau Jawa, Sumatera dan Bali.

Memang masuk tidaknya penumpang dan bus ke dalam terminal tidak mempengaruhi pendapatan retribusi. Pasalnya Kementerian Perhubungan pada akhir 2016 lalu, telah melarang penarikan retribusi bus masuk terminal. Petugas hanya mencatat dan mendata bus yang masuk dan berangkat dari terminal.

“Semua bus yang masuk dicatat. Yang.jurusan Solo-Jogja, Jogja-Surabaya, Klaten-Jakarta, Klaten-Sumatera dan Jogja-Denpasar tetap kami catat,” tutur petugas terminal.

Sementara itu, warga mengaku terbantu dengan kehadiran agen bus di pinggir jalan. Pasalnya jika hendak bepergian cukup membeli tiket di dekat rumah.

“Saya tinggal di Jogonalan. Kalau mau ke Jakarta cukup beli tiket dan berangkat dari Kraguman. Dari pada jauh-jauh pergi ke terminal,” jelas Suyono kepada koran ini. (SM)