Jelang Pilkada, Polres Temanggung Siapkan Dalmas Terlatih

162
Petugas Polres Temanggung melakukan simulasi penanggulangan massa Pilkada. (endri yarsana/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Untuk menjaga segala kemungkinan yang terjadi saat menghadapi Pilkada  yang akan berlangsung 27 Juni 2018, Jajaran Polres Temanggung menyiapkan petugas Pengendalian Massa (Dalmas) terlatih.

Simulasi khusus untuk mengantisipasi hal terburuk yang mungkin terjadi pada pesta demokrasi tersebut,  berlangsung di halaman gedung Pemuda Temanggung, Kamis (01/02/2018).

Para petugas memperagakan tahapan-tahapan penanganan eskalasi penanggulangan massa dan pendekatan khusus untuk mengatasi massa dalam kondisi yang tidak kondusif, dengan menggunakan Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota).

Awalnya tim menurunkan anggotanya bernegosiasi dengan massa menggunakan tim negosiator. Jika tim negosiator tidak dapat mengkondisikan massa maka diterjunkan Dalmas Kerangka.

Apabila massa masih belum juga dapat dikondisikan, maka Tim Dalmas Inti dan Tim Dalmas Pengurai sudah siap di belakang barikade Tim Dalmas Kerangka.

Baca Juga :  Relawan Bravo 5 Deklarasi Sembari Mancing

Kapolres Temanggung AKBP Wiyono Eko Prasetyo ditemui usai acara mengungkapkan, pihaknya perlu memperbaiki kendaraan, alat, serta Sumber Daya Manusia (SDM) agar selalu siap menghadapi kondisi terburuk yang tidak diinginkan bersama.

“Bukan saja cuma skenario, namun memang benar-benar sebagai pembelajaran dan bekal jika kelak ada hal-hal yang tidak kita inginkan, sehingga pada saat pengamanan pilkada semua pihak sudah siap, dan bagaimana masing-masing stakeholder bisa dan mengerti apa yang harus dilakukan,” tandasnya.

Dia berharap melalui kegiatan tim pengamanan selalu terjaga secara kondusif. “Di sinilah kita harus mengerti tugas, dan posisi kita masing-masing, karena harus memberikan cipta kondisi yang kondusif selama Pilkada 2018 di Kabupaten Temanggung,” kata Kapolres.

Baca Juga :  Disabilitas Menjadi Perhatian Pemkot

Agar dapat memberikan cipta kondisi, akan digelar razia gabungan  antara TNI, Polri dan unsur terkait. Polres juga membentuk tim cyber black campaign (kampanye hitam).

“Masyarakat agar selalu berhati-hati menggunakan media sosial, karena akan diberikan tindakan tegas oleh pihak berwajib,” ucapnya. (sol)