Jelang Pilkades di Klaten, Baliho Gambar Cakades Dirusak

518

KORANBERNAS.ID–Sepekan menjelang pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di Kabupaten Klaten, situasi mulai memanas. Mulai dari munculnya kampanye hitam untuk menjatuhkan lawan hingga aksi perusakan terhadap alat peraga kampanye calon kepala desa (cakades).

Aksi perusakan terhadap alat peraga kampanye cakades terjadi di Desa Sabrang Lor Kecamatan Trucuk. Baliho bergambar cakades Kopi Sugiyanto yang dipasang di 2 lokasi berbeda di rusak orang tidak dikenal. Baliho tersebut terletak di pinggir Jalan Klaten-Trucuk tepatnya tidak jauh dari SMK Negeri Trucuk dan di Dusun Kerten Desa Sabrang Lor.

“Yang dirusak ada dua buah dan sudah kami laporkan ke polsek. Polisi juga sudah turun ke lokasi untuk menindaklanjuti,” kata Kopi Sugiyanto saat ditemui di poskonya, Selasa (18/7) siang.

Kopi menjelaskan, pada pilkades ini dia dan timnya telah memasang 15 baliho di sejumlah lokasi. Baliho itu di pasang sejak 3 bulan lalu dan tidak lama berselang terjadilah pengrusakan. Anehnya kata dia, hanya baliho bergambar dirinya saja yang di rusak namun dirinya tidak terpancing dengan aksi itu. Hanya saja kata dia, dirinya merasa prihatin dengan aksi pengrusakan itu dan berharap agar pelaksanaan pilkades di desanya bisa berjalan lancar, aman dan transparan.

Baca Juga :  DIY Rawan Pemilu, Penegak Hukum Tak Boleh Represif

Terkait dengan aksi pengrusakan itu, Ketua Panitia Pilkades Desa Sabrang Lor Margono belum bisa dikonfirmasi karena tidak ada di Sekretariat Pilkades.

“Pak Margono belum datang dan tidak tahu apakah hari ini datang ke sini atau tidak,” kata salah seorang perangkat Desa Sabrang Lor saat ditemui di kantor kades setempat.

Terkait dengan pelaksanaan pilkades serentak pada 26 Juli mendatang, Selasa pagi kemarin dilakukan apel siaga dan gelar pasukan pengamanan pilkades 2017 di alun-alun Klaten. Pelaksana tugas (Plt) Bupati Sri Mulyani yang memimpin langsung apel mengatakan pelaksanaan pilkades tahun ini hampir bersamaan dengan hari jadi Kabupaten Klaten ke-213.

Ada 48 desa di 20 kecamatan yang melaksanakan pilkades serentak pada 26 Juli mendatang. Agenda demokrasi ini membutuhkan kesiapsiagaan semua lini, tidak hanya regulasi, pelaksana tapi juga dari sisi pengamanan yang optimal.

Ditambahkan, salah satu tolak ukur keberhasilan pelaksanaan pilkades adalah bagaimana proses demokrasi itu bisa menghasilkan sosok-sosok kepala desa yang berkualitas dan bervisi kuat dalam membangun dan mensejahterakan rakyat. Hal ini bisa tercapai manakala desa dipimpin seorang kepala desa yang memiliki kepribadian yang kuat, pemimpin yang jujur dan bersih menjalankan amanah tentunya melalui proses pilkades yang berkualitas pula.

Baca Juga :  Tujuh Kali "Nyolong", Malmot Ngaku Kapok

“Ini adalah pesan substantif dan urgen yang harus disampaikan oleh pemerintah, camat dan panitia lokal kepada seluruh masyarakat desa agar ada proses pendidikan politik desa,”pintanya,

Apel siaga yang dihadiri muspida dan seluruh pimpinan organisasi pemerintah daerah (OPD) Pemkab Klaten itu juga diikuti sekitar 750 linmas se-Kabupaten Klaten.

Kasi Perlindungan Masyarakat (Linmas) Satpol PP Pemkab Klaten Irwansyah menjelaskan di Kabupaten Klaten ada 1048 personil linmas yang akan diterjunkan dalam pilkades. Mereka terdiri dari 31 personel di 48 desa. Setiap cakades nantinya akan dijaga antara 5 hingga 10 personel pada H-1 hingga pasca pencoblosan.

“Tiap calon kades akan dijaga 5 hingga 10 orang linmas,” ujar Irwansyah.

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermasdes) Joko Purwanto menjelaskan pilkades serentak tahun ini akan diikuti 133 calon di 48 desa di 20 kecamatan. (raja)