Jelang Ramadan, KBRI Windhoek Gelar “Outreach” dan Bakti Sosial

212
Para santri mempersembahkan hasil pendidikan dari madrasah di Masjid Al-Hidayah dengan menyajikan hafalan surat, hadits dan do’a-do’a. (istimewa)

KORANBERNAS.ID—KBRI Windhoek bersama dengan Darma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Windhoek, 3 Mei 2018 mengunjungi Madrasah Masjid Al-Hidayah, Katutura, Windhoek.

Kunjungan dalam rangka menyambut Ramadan 1439 H ini, sekaligus merupakan kegiatan outreach KBRI dan bakti sosial DWP KBRI Windhoek. Kedatangan rombongan disambut gembira oleh sekitar 50 santri yang didampingi oleh Imam Masjid Al-Hidayah, Katutura, Sheikh Lali Mwachanya.

Dalam kesempatan itu, Staf KBRI, Muhammad Alfitri berbagi cerita pengalaman, suasana dan  kegiatan umat muslim di Indonesia dalam menyambut Ramadan kepada para santri dan berbagi cerita tentang upaya pemerintah Indonesia dalam menjaga kerukunan umat beragama.

Sheikh Lali Mwachanya menyampaikan apresiasinya terhadap pemaparan yang disampaikan oleh KBRI terkait pengalaman menjelang Ramadan di Indonesia. Sheikh Lali Mwachanya mengharapkan, para santrinya bisa mencontoh bagaimana Indonesia membina kerukunan antar agama yang ada di Indonesia.

Baca Juga :  Nobar Film Dilan 1990 di Yogyakarta Membeludak

Sheikh Lali Mwachanya juga berharap bagi pemeluk agama Islam yang merupakan agama minoritas di Namibia tersebut dapat tetap menjalin kerukunan dan hidup berdampingan dengan baik di Namibia.

Para santri Madrasah Masjid Al-Hidayah, Katutura dalam kesempatan tersebut menujukkan hasil proses belajar mengaji dengan membaca Qur’an, hafalan surat pendek, hafalan hadits dan hafalan do’a.

Ny Komalasari S. Basuki menerima pemaparan dari Sheikh Lali Mwachanya terkait kegiatan di Madrasah Masjid Al-Hidayah. (istimewa)

Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan bahan makanan, kipas angin dan pakaian yang diharapkan dapat dipakai bagi pendatang yang akan beribadah di masjid tersebut. Secara simbolik bantuan diserahkan oleh Ketua DWP KBRI Windhoek, Ny. Komalasari S. Basuki kepada Sheikh Lali Mwachanya.

Ny. Komalasari S. Basuki menyampaikan bahwa pemberian bantuan tersebut merupakan upaya berbagi kepada Muslim di Namibia yang tenga menyambut datangnya Ramadan. Diharapkan bahan makanan tersebut membantu dapat dimanfaatkan untuk menyiapkan hidangan untuk berbuka puasa.

Baca Juga :  Siswa SD di Tulung Terpaksa Belajar di Rumah Warga

Masjid Al-Hidayah, Katutura sering juga dijadikan pondokan dari pengungsi Muslim untuk mencari sumbangan dana dari kamp pengungsian Osire di Provinsi Otjozondjupa yang berjarak sekitar 216 Km dari kota Windhoek, ibukota Namibia.

Kamp tersebut merupakan kamp pengungsian bagi warga negara sekitar Namibia seperti Angola, Burundi, Republik Demokratik Kongo, Rwanda dan Somalia. Agama Islam di Namibia merupakan agama minoritas yang dianut oleh  sekitar 5 persen dari total populasi Namibia sekitar 2,6 juta orang. (*/SM)