Jemparingan Gratis Untuk Lestarikan Budaya

227
Wakil Walikota bersama Dandim Kota Yogyakarta dan panitia Gladhen Hageng Jemparingan, Jumat (6/10) siang, saat jumpa pers terkait pelaksaan lomba. (Rosihan Anwar/Koran Bernas)

KORANBERNAS.ID — Berawal dari tradisi yang dimainkan di kalangan bangsawaan kerajaan, panahan tradisional khas Mataraman atau yang biasa disebut jemparingan kini semakin berkembang dan dikenal masyarakat luas.
Mulai banyak pertandingan atau gladhen yang digelar untuk melestarikan jemparingan dan juga mempopulerkan panahan tradisional ini. Termasuk Gladhen Hageng Jemparingan yang akan digelar oleh Pemkot Yogyakarta bersama Kodim 0734 dalam rangka peringatan Hari Jadi Kota Yogyakarta ke-261 dan juga HUT TNI ke-72.
Triyanto Ketua Paguyuban Jemparingan Langenastro kepada Koran Bernas menuturkan rasa bangganya karena saat ini semakin banyak digelarnya gladhen, baik dalam rangka pelestariann budaya maupun untuk memperingati momentum tertentu.
Menurut Triyanto, sebagai anak bangsa, sudah menjadi kewajiban bersama untuk terus melestarikan budaya luhur yang ada di Nusantara, termasuk olahraga jemparingan. “Harapan kita adalah budaya kita sendiri harus kita pertahankan,” ujarnya, Jumat (6/10) siang, saat jumpa pers.
Menjamurnya paguyuban serupa yang mengajarkan jemparingan, diharapkan mampu terus melestarikan olahraga panahan tradisional yang dilakukan dengan cara duduk itu.
“Paling tidak, jangan sampai dengan kebudayaan asing, yang mulai masuk ke negara ini dengan perlahan-lahan,” tutur dia.
Hal senada juga diutarakan, Dandim 0734 Yogyakarta Letkol (Inf) Rudi Firmansyah yang mengatakan, penyelenggaraan Gladhen Hageng Jemparingan pada Minggu 8 Oktober 2017 tidak semata-mata digelar dalam rangka peringatan HUT TNI dan Hari Jadi Kota Yogyakarta saja. Dirinya berharap TNI dapat ikut terlibat aktif dalam pelestarian budaya jemparingan.
“Ini murni agar supaya olahraga jemparingan ini bisa lebih terangkat lagi,” kata Rudi.
Oleh sebab itu, pihaknya sengaja menggratiskan perlombaan alias tanpa biaya pendaftaran sama sekali. Sejumlah peserta dari luar daerah pun mulai mendaftar pada perlombaan yang digelar di Lapangan Kodim 0734 itu.
“Sampai saat ini yang mendaftar sudah 350 orang. Kami sempat kaget, ternyata banyak sekali yang daftar. Akhirnya kita stop terlebih dahulu, dan peserta dari luar yang sudah mendaftar seperti dari seperti Cirebon, Ternate, Aceh, Bali dan Sumatera Selatan,” kata perwira yang murah senyum ini.
Mempertandingkan sejumlah kategori umur, lomba atau kejuaraan Gladhen Hageng Jemparingan tingkat nasional yang akan digelar di Lapangan Kodim itu memang sengaja tidak dipungut biaya pendaftaran sama sekali. Wakil Walikota Yogyakarta Heru Purwadi menyatakan tujuannya digratiskan agar masyarakat dapat berbondong-bondong mengikuti lomba memanah tradisional yang unik dan menarik tersebut.
“Ini memang sebagai bentuk kepedulian kita untuk melestarikan budaya jemparingan. Kebetulan momennya tepat antara HUT Kota Yogyakarta dan HUT TNI berdekatan, kami juga punya visi yang sama untuk melestarikan,” tandasnya. (ros)

Baca Juga :  Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi Sekuat Tenaga