Jemput Bola Cara Dinsos Sleman

65
Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI, saat menyerahkan bantuan kepada 7 warga, saat peluncuran program Lasamba di Dusun Sembung, Sukoharjo Kecamatan Ngaglik Sleman, Senin (27/08/2018).(Nila Jalasutra/Koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID –  Warga Kabupaten Sleman yang punya masalah yang terkait dengan layanan perlindungan sosial, kini tak perlu risau lagi. Sebab, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sleman kini punya program jemput bola yang disebut dengan Layanan Sambang Warga (Lasamba).

Peluncuran (launching) Lasamba itu dilakukan Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo Msi, di Dusun Sembung, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Ngaglik, Senin (27/08/2018).  Menurut Sri Purnomo, program inovasi Dinsos Kabupaten Sleman tahun 2018 ini bertujuan untuk menangani aduan masyarakat yang berkait dengan layanan perlindungan sosial.

“Tujuannya untuk mendekatkan layanan dari Pemerintah Kabupaten Sleman kepada masyarakat dengan menyambangi warga, sebagai upaya meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat, khususnya bagi masyarakat tidak mampu yang membutuhkan pelayanan sosial dan bantuan sosial,” kata Sri Purnomo saat menyambangi salah satu rumah warga yang mendapatkan bantuan.

Baca Juga :  PDIP Targetkan Menang di Bantul

Sri Purnomo menambahkan, program Lasamba ini menjadi solusi bagi warga masyarakat tidak mampu untuk mendapatkan bantuan tanpa harus mengajukan terlebih dahulu kepada Dinas Sosial.

Saat peluncuran program Lasamba, Sri Purnomo juga menyerahkan kepada 7 warga yang membutuhkan dengan total bantuan uang sejumlah Rp 10,7 juta, satu buah alat kaki palsu serta 2 buah kursi roda. Pada kesempatan tersebut, Sri Purnomo juga berkesempatan memakaikan rompi kepada sejumlah relawan yang tergabung dalam Tim Reaksi Cepat (TRC) sebagai tanda diluncurkannya program Lasamba.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Sri Murni Rahayu, menyatakan program Lasamba dimaksudkan agar layanan kepada masyarakat lebih cepat dan tuntas. Program Lasamba didukung oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) Dinas Sosial sebanyak 25 personel, terdiri dari personil Dinas Sosial, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) dan Pendamping PKH.

Baca Juga :  Target DIY Keluar dari Sepuluh Besar

“Selama pelaksanaan Lasamba di tahun 2018 ini, kurang lebih 77 warga atau keluarga yang sudah terlayani melalui program ini. Beberapa contoh keluhan dan aduan warga yang sudah terlayani oleh program Lasamba adalah warga yang membutuhkan alat bantu disabilitas (kaki palsu, kursi roda, dan lainnya), keluarga yang kesulitan biaya sekolah anak, lanjut usia terlantar, penyandang disabilitas berat dan lain sebagainya,” jelasnya.

Sri Murni Rahayu juga berharap program Lasamba menjadi salah satu program andalan dari kegiatan Dinas Sosial dalam rangka mendukung upaya penurunan kemiskinan sebanyak 8 persen di Tahun 2021.(eru)