Jika Digusur, Pemilik Rumah Minta Ganti 9 Kios

214
Pasar Jeblok Karanganom, Klaaten

KORAN BERNAS, ID–Upaya persuasif yang dilakukan Pemkab Klaten terhadap 2 warga pemilik rumah di depan Pasar Jeblok, Karanganom belum membuahkan hasil. Sebab pemilik rumah minta kompensasi 9 unit kios di pasar yang sedang dibangun.

Permintaan kompensasi itu terungkap dalam pertemuan yang berlangsung di kantor DPU Penataan Ruang Klaten, Senin (14/08/2017).

”Benar. Kemarin kita.rapat dan mengundang pemilik rumah di depan Pasar Jeblok. Intinya kedua warga minta kompensasi kios. Keluarga Sri Kandeg minta 3 kios dan Sunarto 6 kios,” kata Kepala Bidan Sumber Daya Air DPU PR, Pramana Agus Widjanarko.

Permintaan kios sebanyak 6 unit itu mereka sesuaikan jumlah anak masing-masing pemilik rumah. Padahal rumah tersebut dibangun di atas saluran.

Pertemuan tersebut dihadiri perwakilan beberapa OPD terkait seperti Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM dan Satpol PP. Namum permintaan para pemilik rumah belum dijawab pihak Dinas Perdagangan.

Diperoleh kabar bahwa pertemuan membahas permintaan kedua keluarga tersebut akan dilanjutkan Jumat (18/08/2017) di Dinas Perdagangan Jalan Pemuda Klaten.

Sebelumnya, Plt Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Sunardi, S.Pd mengatakan terkait pembangunan Pasar Jeblok pihaknya telah melakukan pendekatan persuasif dengan keluarga Sunarto dan keluarga Sri Kandeg. Pendekatan dilakukan karena kedua rumah di depan Pasar Jeblok dan berdiri di atas saluran bakal mengganggu proses pembangunam pasar. Namun upaya itu gagal membuahkan hasil karena tuntutan kompensasi.

Para pekerja yang menggarap proyek Pasar Jeblok juga merasa terganggu bangunan yang ada di depan pasar. Sebab material dan alat kesulitan masuk lokasi proyek.

Kepala DPU PR Tajudin Akbar yang dikonfirmasi beberapa waktu lalu mengatakan sesuai aturan, maka bangunan dilarang berdiri diatas saluran air.

Pernyataan tersebut juga tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 20 tahun 2006 tentang irigasi.

Pihak keluarga Sri Kandeg saat ditemui Kamis (17/08/2017) pagi mengatakan bahwa pertemuan pihaknya dengan Dinas Perdagangan dijadwalkan Jumat (18/08/2017).

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, sebenarnya jumlah bangunan permanen yang berdiri diatas saluran dari depan Pasar Jebllok hingga depan Umbul Ponggok cukup banyak. Namun dari sekian banyak rumah, apabila pemerintah hanya akan menertibkan dua rumah yakni milik Sri Kandeg dan Sunarto, hal ini diyakini akan menimbulkan kecemburuan bagi yang lain.(Masal Gurusinga/SM)