Jika Masih Ngebut, Jeep Merapi akan Dibekukan

92

KORANBERNAS.ID — Kepala Dinas Pariwisata Sleman Dra Hj Sudarningsih MSi menyatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menegaskan operator Jeep Lava Tour Merapi harus taat aturan dan mementingkan keselamatan wisatawan.

“Kami sudah melakukan koordinasi dengan Kepolisian hingga pengelola dan disepakati beberapa hal guna mencegah kecelakaan jeep wisata Merapi terulang kembali,” kata Sudarningsih, Kamis (18/01/2018).

Menurut dia, jumlah jeep wisata lava tour Merapi memang cukup banyak, lebih dari 700 unit. Pembatasan jumlah kendaraan wisata tersebut bukan wewenangnya.

Namun begitu, jika ada oknum pengemudi jeep yang ngawur, maka satu operator akan dibekukan selama satu bulan. Seperti diketahui 700 lebih jeep saat ini tergabung dalam 29 operator.

Baca Juga :  Gempa Guncang SLB Yapenas

“Jika melanggar seperti ngebut maka akan diberhentikan operasional selama satu bulan. 29 operator nanti yang membekukan operator jika ada yang kebut-kebutan atau tidak tertib,” tutur Sudarnigsih.

Soal jumlah jeep, menurut dia, Pemda tidak bisa mengatur ke sana. “Mereka sendirilah yang mengatur. Beberapa teman kami melakukan peninjauan, dan mereka sudah lebih santun,” tambahnya.

Sudarningsih menjelaskan jeep wisata di Tebing Breksi yang rutin melakukan cek bisa dicontoh oleh pengelola jeep wisata di Kaliurang.

“Jeep selalu dilakukan pemeriksaan ulang seperti jeep di Breksi. Saya pernah ke sana jeepnya off ternyata sedang dilaksanakan pemeriksaan,” terangnya.

Keselamatan

Sebelumnya, Bupati Sleman  Drs H Sri Purnomo MSI menjelaskan bertambahnya pengunjung wisata lava tour harus diimbangi dengan kenyamanan dan keamanan pengunjung.

Baca Juga :  Dinas Dapat Jatah 40 Kendaraan Baru

Keamanan dan kenyamanan pengguna jeep tersebut meliputi kelengkapan kendaraan, termasuk kelengkapan operator misalnya kepemilikan SIM.

“Tanpa jaminan kenyamanan dan keamanan pengunjung dikhawatirkan wisatawan akan berkurang. Hal tersebut semata-mata untuk kenyamanan dan keamanan dan keselamatan pengguna jeep lava tour,” kata dia.

Sebetulnya yang diinginkan wisatawan adalah untuk menikmati indahnya Merapi dan bekas lahar erupsi Merapi, bukan semata mata naik jeep wisata. Operasioanal kendaraan itu harus secara wajar.  (sol)