JJLS Akan Bergeser, Ke Arah Mana???

952
Rencana perubahan atau pergeseran JJLS akan dilakukan agar tidak berbenturan dengan megaproyek bandara baru. (Sri Widodo/KoranBernas.id)

KORANBERNAS.ID — Pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) yang melintasi kawasan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) direncakan bakal ada penggeseran lokasi.
Seperti diketahui JJLS di Kulon Progo dari arah barat melintas mulai kawasan Pantai Congot, melalui Desa Jangkaran, Sindutan, Palihan dan Glagah yang merupakan kawasan bandara NYIA. Selanjutnya bergerak ke arah timur melewati Desa Karangwuni Wates, Garongan Bugel terus ke timur melewati wilayah Banaran Galur.
Sedangkan untuk wilayah bandara, JJLS yang sudah terbangun jelas bakal ada ditengah tengah kawasan bandara sehingga akan mengganggu bandara tersebut. Menurut Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo, JJLS direncanakan akan digeser ke arah utara.
“Seiring pembangunan fisik bandara JJLS akan digeser ke utara,” ujarnya, Selasa (24/10) kepada sejumlah media.
Kepala Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kulon Progo Nurcahya Wibawa menjelaskan, sesuai pemetaan, JJLS jelas akan digeser ke arah utara.
“Pembicaraan untuk menggeser JJLS ini sudah dibicarakan banyak pihak. Baik oleh PT Angkasa Pura, Provinsi DIY maupun kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,” katanya.
Nurcahya menjelaskan, penggeseran jalan ke arah utara tersebut sudah dipikirkan secara matang. Ada dua alternatif terkait penggeseran itu. Alternatif pertama, ketika jalan existing memasuki kawasan bandara dari barat akan dibelokkan ke utara. Kemudian menyusuri perbatasan wilayah bandara, lewat dekat jaringan listrik SUTET ke timur dan akhirnya berbelok ke arah selatan.
“Untuk alternatif pertama belokan menjelang bandara membelok tajam. Namun untuk alternatif kedua, belokan berbentuk serong sejak beberapa ratus meter menjelang masuk kawasan bandara, serong ke utara,” katanya.
Alternatif kedua, akan dibuat jalan menyerong sejak dari arah Sindutan yang kemudian melewati jaringan listrik SUTET ke arah timur. “Untuk ketemu dengan jalur existing juga agar serong, sehingga ketemunya agak jauh di timur bandara,” ujar Nurcahya.
Lebih lanjut Nurcahya menjelaskan, meski menghindari masuk kawasan bandara, namun dari dua alternatif tersebut tetap harus melintasi kawasan bandara. Khususnya, di sekitar jaringan SUTET yang berdekatan dengan bandara. Di situ akan ada persilangan jalan, karena pintu masuk utama bandara ada di jalan nasional dari arah utara ke selatan.
“Untuk melintasi jalan tersebut tentu harus dibuat flyover atau jembatan layang,” tuturnya.
Namun dari informasi yang beredar, nantinya juga ada wacana, JJLS di kawasan bandara akan bergabung dengan jalan nasional, hanya saja lebar jalan tentu harus diperlebar sesuai ketentuan.
“Untuk pembebasan tanah dalam hal penggeseran JJLS ini nampaknya provinsi yang akan membiayainya. Tetapi semuanya sekarang baik secara tehnis maupun pembiayaan masih menunggu keputusan dari Kementrian PUPR,” tandasnya.
Sementara Nurcahya juga menjelaskan, tahun ini belum ada aksi pembangunan fisik untuk penggeseran jalan. Pembangunan dilakukan tahun depan.
“Tahun ini perencanaan, pembangunannya tahun 2018 termasuk pembangunan jembatan di Banaran Galur,” sebut Nurcahya.