Jogja Tak Takut Teror Bom

274

KORANBERNAS.ID — Aksi teror yang tak berperikemanusiaan di Surabaya mendapat kecaman tidak hanya dari masyarakat Indonesia tetapi juga dunia internasional. Banyak elemen masyarakat yang prihatin dan menaruh simpati kepada para korban aksi pengeboman di tiga gereja di Surabaya.

Sedikitnya 66 elemen masyarakat Yogyakarta berkumpul, Minggu (13/5/2018) malam, sebagai bentuk solidaritas terhadap para korban kejahatan terorisme yang keji. Muhibullah selaku koordinator aksi solidaritas kepada sejumlah media mengungkapkan, aksi yang dilakukan di Tugu Yogyakarta itu diikuti elemen masyarakat lintas kepercayaan dan organisasi.

Mereka berkumpul untuk menyatakan dukungannya terhadap pemberantasan terorisme di Tanah Air serta menolak takut terhadap aksi teror yang dilancarkan para teroris.

“Tujuan aksi ini adalah, pertama, menyampaikan kepada seluruh masyarakat Indonesia, tidak ada agama mana pun yang mengajarkan ideologi terorisme. Kedua, kita tidak takut dengan aksi teror yang ada. Ketiga, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bahu membahu berkumpul bersama menyuarakan terorisme,” terangnya.

Para peserta yang ikut di antaranya berasal dari Jaringan Gusdurian, Sekber Keistimewaan DIY, LBH Yogyakarta, Gemayomi dan juga perwakilan dari seluruh ormas keagamaan.

Chairul Salim salah satu aktivis Lembaga Kajian Islam dan Sosial (LKIS) Yogyakarta menandaskan, aksi yang dilakukan para teroris di Minggu pagi itu merupakan bentuk kebiadaban dan tidak ada dalil apa pun yang membenarkan.

“Bahwa yang terjadi pagi adalah kejahatan. Dan, bagi teman-teman yang suka berteori, stop dulu berteori karena teori apa pun tidak dapat menghapus apa yang terjadi tadi pagi (Minggu pagi, red) adalah kejahatan,” jelasnya.

Chairus Salim menegaskan meski para teroris berupaya merusak jalinan kebhinekaan di Indonesia, namun seluruh rakyat dan bangsa Indonesia tetap menyepakati konsensus Indonesia sebagai rumah bersama yang menghormati kemajemukan dan perbedaan.

“Kita harus akui, bahwa bagian tubuh bangsa kita memang ada yang kotor, bagian tubuh bangsa kita ada yang sakit. Tapi harus kita nyatakan, malam ini, bahwa kotor itu harus kita bersihkan. Dan bahwa, sakit itu harus kita sembuhkan, tidak boleh menjalar ke mana-mana.Karena itulah, hari ini (Minggu malam), di sini dan juga di berbagai tempat di Indonesia, kita ingin menyatakan, bahwa kita tetap satu dan Indonesia akan tetap menjadi rumah bersama kita,” tegasnya.

Pada saat aksi digelar, para peserta aksi sempat menyalakan lilin dan menyanyikan lagu Bagimu Negeri serta meneguhkan komitmen untuk saling menguatkan fondasi Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI. Aksi sendiri ditutup dengan doa bersama seraya memanjatkan permohonan agar arwah korban yang meninggal mendapat terbaik di sisi Tuhan YME. (yve)