Jogja Ternyata Punya Ikon Air Mineral Lokal

1137
Liana Kurniawati, Direktur PT Kerja Tirta Santosa memperlihatkan produk air mineral Latoya disela perayaan HUT ke-5 Latoya di Jalan Kabupaten Km 3,5 Sleman, Minggu (10/12/2017).(yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Kebutuhan air bersih untuk minum sehari-hari sudah jadi bagian dari gaya hidup masyarakat saat ini. Karenanya berbagai kemasan air mineral berbagai merek pun laris manis dibeli.

Namun tahukah anda, dari beragam merek air mineral yang tersedia di pasaran, ternyata Yogyakarta pun jadi produsen satu diantaranya. Bahkan air bersih dari Turi, Sleman jadi bahan baku air mineral tersebut.

“Karena diproduksi tiap hari langsung dari jogja, maka kemasan air yang didistribusikan segar tanpa tersimpan lama,” ujar Liana Kurniawati, Direktur PT Kerja Tirta Santosa, produsen air mineral Latoya disela perayaan HUT ke-5 Latoya di Jalan Kabupaten Km 3,5 Sleman, Minggu (10/12/2017).

Baca Juga :  Camat Danang Tidak Suka Hanya di Belakang Meja

Meski diproduksi lokal, menurut Liana ada standarisasi dan quality control untuk memproduksi air mineral kemasan tersebut. Pengecekan secara berlapis oleh tim laboratorium dilakukan setiap hari sebelum dipasarkan, baik kandungan pH maupun Standar Nasional Indonesia (SNI).

“Dengan demikian pH atau indikator tingkat asam atau basa yang dihasilkan air mineral sesuai dengan kebutuhan tubuh manusia, yakni 6,5 – 7,” jelasnya.

Dengan ketersediaan air mineral ukuran galon 19 liter, botol 1.500 ml, 600 ml, 330 ml, 240 ml dan 120 ml, air mineral yang diproduksi di tingkat lokal jadi lebih murah dibandingkan merek nasional.

“Kami ingin membuat masyarakat jogja bangga karena kita bisa membuat produk air mineral lokal dengan kualitas yang bagus dan tidak kalah dari produk nasional,” tandasnya.

Baca Juga :  Kasihan Petani, Harga Bawang Merah Merosot

Sementara terkait HUT kali ini, lanjut Liana, berbagai kegiatan digelar seperti pengobatan gratis, jalan sehat melalui kerjasama dengan Rotary Club Jogia Tugu (RCYT). Kegiatan tersebut menjadi salah satu program Corporate Social Responsibilty (CSR).

“Tidak hanya pengobatan namun kami juga menyediakan apoteker untuk memberikan obat,” imbuhnya.(yve)