Joki Berkeliaran, Nama PMB UII Dicatut

342

KORANBERNAS.ID — Penipuan dalam Pendaftaran Mahasiswa Baru (PMB) kembali terjadi. Kali ini nama Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta yang jadi korbannya.

Upaya penipuan menggunakan media telepon/SMS mengatasnamakan pimpinan UII, Dr Ing Ilya Fadjar Maharika MA IAI atau Panitia PMB UII terjadi awal Maret 2018. Oknum menelpon atau mengirim pesan singkat ke orang tua dan mengaku punya akses untuk memasukkan calon mahasiswa ke UII.

“Terdapat informasi atau laporan yang diterima UII dari calon mahasiswa baru dan orang tua berkenaan dengan upaya penipuan menggunakan media telepon/SMS mengatasnamakan pimpinan,” ungkap Ketua PMB UII, Arief Rachman SE MCom PhD, Selasa (13/03/2018).

Menurut Arief, saat menelpon atau mengirim pesan singkat, oknum penipu menanyakan ataupun melakukan konfirmasi data pendaftar. Selain itu meminta nomor telepon orang tua pendaftar dan memberitahu mereka bisa diterima sebagai calon mahasiswa baru UII.

Syaratnya sederhana, calon mahasiswa hanya mengikuti tes sebagai formalitas. Peneleponn mengaku mendapatkan jatah kepengurusan rektor dan memiliki kuota kursi bagi mahasiswa baru.

Baca Juga :  Hafidh Asrom Jelaskan Sebab-sebab Terjadinya Intoleransi

“Calon mahasiswa yang ditelpon mendapatkan tempat, menggantikan calon mahasiswa yang melakukan undur diri,” jelasnya.

Penelepon yang mengaku ‘orang dalam’ UII juga menawarkan calon mahasiswa untuk bisa membantu masuk/meluluskan sebagai mahasiswa baru ke UII. Bila menyetujui ketentuan dari penelepon maka penerima telepon diminta menghubungi nomor telepon tertentu.

Penerima telepon diminta melakukan transfer ke nomor rekening tertentu baik sebelum ataupun setelah dinyatakan diterima. Penelepon juga menyampaikan Surat Keputusan Rektor palsu dan menginformasikan pembayaran registrasi pertama dapat diangsur sesuai dengan kemampuan.

“Apabila pendaftar/calon mahasiswa baru UII menerima telepon/SMS dengan ciri-ciri tersebut di atas, dapat dipastikan bahwa informasi tersebut adalah penipuan. Dalam pelaksanaan seleksi PMB UII, pihak UII tidak pernah memberikan wewenang kepada seseorang atau lembaga, untuk merekomendasikan seseorang membantu pelaksanaan tes masuk UII baik dengan pembayaran sejumlah uang maupun tidak,” tandasnya.

Arief menambahkan, seleksi PBM UII hanya dilakukan melalui pola seleksi CBT (Computer Based Test), PBT (Paper Based Test), PSB (Penelusuran Siswa Berprestasi), dan PHA (Penelusuran Hafiz Alqur’an). Tidak ada jalur lain untuk dapat diterima sebagai calon mahasiswa baru UII.

Baca Juga :  Jalur Lintas Selatan Dibuka

Proses Seleksi dan Registrasi PMB UII tidak pernah diberitahukan melalui telepon/SMS yang mengatasnamakan Pimpinan (Dr. Ing. Ilya Fadjar Maharika, MA, IAI. atau nama pimpinan lainnya), serta meminta transaksi keuangan dengan tujuan nomor rekening atas nama pribadi. Pembayaran pendaftaran dan registrasi calon mahasiswa baru UII tidak melalui nomor rekening.

Untuk menindaklanjuti adanya laporan penipuan terhadap calon mahasiswa yang mengatasnamakan Pimpinan UII atau Panitia PMB UII, UII telah membentuk tim investigasi dan bekerjasama dengan pihak Kepolisian, dan UII mendorong setiap pihak yang menemukan indikasi penipuan ini untuk melaporkan kepada pihak Kepolisian.

“UII menilai upaya atau cara yang dilakukan oleh oknum tersebut telah menciderai marwah dunia pendidikan. Terlebih UII sebagai kampus yang bernafaskan Islam tidak hanya memberikan bekal ilmu pengetahuan dan keterampilan, tetapi UII juga berkomitmen mencetak generasi penerus bangsa yang unggul dan bermoral,” imbuhnya.(yve)