Jokowi Curhat Masa Lalu di UGM

154
Presiden RI Jokowi menanam bibit pohon dalam kunjungan ke UGM , Rabu (19/12/2017). (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyambangi UGM dalam peringatan Dies Natalis UGM ke-68, Rabu (19/12/2017). Didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Presiden bercerita tentang masa lalunya selama menjadi mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM.

“Dulu cita cita ingin jadi pegawai di Perhutani, tidak kesampaian, malah jadi presiden RI,” ujar Jokowi.

Jokowi yang 37 tahun lalu selalu mengenakan celana cutbray dan berambut gondrong tersebut tak tahu nasib berkata lain. Tak bekerja di perhutani, dia kemudian memilih jadi pengusaha hingga akhirnya mengantarnya menjadi kepala negara.

Segala pencapaiannya saat ini tidak lepas dari didikan dosennya selama kuliah di UGM yang telah mengajarkan pada untuk menjadi lulusan yang yang selalu berkiprah pada masyarakat, bangsa dan negara.

Baca Juga :  Kabar Gembira, Tiket KA Lebaran Sudah Bisa Dibeli

“Tiap orang boleh bericita-cita untuk menjadi apa saja namun Tuhan yang menentukan nasib seseorang. Kadang cita cita ya boleh, tapi Tuhan berkehendak lain,” tandasnya.

Terkait kiprah UGM, Jokowi mengharapkan kampu tersebut tidak terjebak pada rutinitas. UGM harus mampu mendorog lulusan yang memiliki semangat kewiraushaan dan mencetak sociopreneur untuk mengantisipasi perubahan teknologi yang semakin cepat.

“Saya berharap perguruan tinggi bisa meningkatkan perannya mengembangkan kewirausahan dan sociopreneur, UGM bisa menjadi motor dan penggerak kewirausahaan bukan terjebak pada rutinitas,” paparnya.

Sementara Rektor UGM, Prof Panut Mulyono MEng DEng mengungkapkan, UGM terus berusaha meningkatkan kualitas pendidikanya. Setahun terakhir peringkat UGM naik dari 501 besar dunia pada tahun 2016 menjadi 402 dunia pada 2017. Tidak hanya itu, peringkat reputasi akademik UGM berada pada posisi 203 terbaik dunia.

Baca Juga :  Sikomen Mudahkan Provider Lacak Zonasi Menara

“UGM telah berhasil masuk dalam kategori 1,5 persen universitas terbaik dari 26 ribu perguruan tinggi di seluruh dunia,” ungkapnya.

Rektor menambahkan, UGM berkomitmen mengembangkan karya inovatif untuk mendorong kemampuan daya saing bangsa. UGM telah mendirikan science techo park industri coklat di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Pendirian pabrik coklat seluas 4.000 meter persegi tersbeut berada di area perkebunaan 165 hektar akan mulai beroperasi di awal tahun depan.

“Pendirian pabrik coklat ini untuk menghasilkan produk aneka coklat dengan cita rasa khas nusantara yang diyakini akan disukai kosumen dalam dan luar negeri. Melalui pendirian pabrik coklat ini, kita ingin merebut pasar impor coklat,” imbuhnya.(yve)