Jonan : Sepintas Peminat Premium Rendah

143
Menteri ESDM, Ign Jonan meninjau seraan premium di SPBU Jalan kaliurang, Kamis (09/06/2018) malam. (Surya Mega/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID—Menteri ESDM Ign Jonan mengatakan, pemerintah siap melakukan evaluasi atas kebijakan suplai premium di Jawa, Bali dan Madura. Apabila permintaan premium memang masih tinggi, pemerintah bisa saja tetap mempertahankan kebijakan suplai premium. Tapi apabila minatnya rendah, bukan mustahil kebijakan ini akan dievaluasi kembali.

“Memang masih perlu dihitung lah selama sebulan ini, untuk pastinya seperti apa. Tapi sepintas tadi, saya lihat yang banyak koq permintaan pertalite,” kata Jonan, saat melakukan monitoring ke salah satu SPBU di Sleman, Kamis (07/06/2018) malam.

Jonan menjelaskan, Pertamina saat ini sudah menyuplai sekitar separuh. Tapi Jumat (08/06/2018) sore diharapkan sudah menambah lagi suplai untuk 571 SPBU dari 1.591 SPBU. Suplai akan terus ditambah, sampai nantinya, kira-kira 2.090 SPBU seluruh Jawa, Madura dan Bali akan menjual premium untuk masyarakat yang memang membutuhkan.

Jonan mengatakan, dirinya akan berkeliling wilayah untuk meninjau langsung seberapa besar serapan premium oleh masyarakat. Ini dilakukan, untuk mengukur apakah peminat premium memang masih besar atau sebaliknya rendah.

“Ya pemerintah ingin memastikan saja, kondisi di lapangan sebenarnya seperti apa. Akan kita lihat faktanya. Sebab kalau tidak disediakan, nanti protes,” kata Jonan, yang dalam kesempatan tersebut sempat menggratiskan sejumlah konsumen yang antre membeli bahan bakar di SPBU tersebut.

Baca Juga :  Cara KPU Sleman Tekan Golput Pemilu 2019

Saat meninjau Jonan sempat bertanya ke sejumlah pengendara motor yang membeli bahan bakar. Dari dialog tersebut, sebagian dari konsumen memang mengaku masih ada yang membeli premium. Tapia da pula yang mengaku lebih sering membeli pertalite dengan alasan tarikan motor terasa lebih enteng.

“Saya tadi mau beli pertalite. Tapi karena antrenya lumayan panjang, saya pindah ke premium,” Apie salah satu pemakai motor.

Sebagaimana diketahui, premium kembali dijual di SPBU yang berada di Jawa-Madura-Bali seiring dengan terbitnya Peraturan Presiden No 43 Tahun 2018 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak, yang mengharuskan penyediaan BBM jenis Premium di wilayah ini.

Beleid tersebut merupakan revisi Perpres 191/2014 yang membatasi wilayah penugasan penjualan Premium, yakni dengan mengecualikan DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Bali.

Revisi beleid tersebut sesuai arahan Presiden untuk menjaga ketersediaan Premium di seluruh Indonesia.

Direktur Pemasaran Ritel PT Pertamina, Mas’ud Khamid mengatakan, menghadapi musim libur Lebaran tahun ini, pihaknya menyiapkan tambahan pasokan BBM sebesar 25 persen secara nasional. Khusus wilayah Jawa Tengah, ada tambahan sekitar 30-35 persen.

Baca Juga :  PAN Bagikan Bingkisan untuk Duafa

Terkait antisipasi ketersediaan BBM di tol fungsional, Pertamina telah menyiapkan sejumlah fasilitas diantaranya BBM kios, kantong BBM, dan motor kemasan. Armada motor kemasan ini siap melayani pemudik yang terjebak di tengah kemacetan lalulintas dan membutuhkan bahan bakar.

“Untuk Jawa Tengah, disiagakan 200 motor kemasan sedangkan diluar daerah itu ada 100 unit motor,” katanya.

Keua Hiswana Migas DIY, Siswanto mengatakan, pihaknya sebagai operator, siap mendukung kebijakan pemerintah. Apabila suplai premium ditambah, maka SPBU akan melakukan switch dari pertalite ke premium dan sebaliknya.

Siswanto mengatakan, sebelum tersedia bahan bakar pertalite, konsumsi premium per hari mencapai 1.500 kilo liter. Tapi sekarang hanya tinggal 20 persen. Sementara di DIY, jumlah SPBU yang masih menjual premium sekitar 25 persen dari total 100-an SPBU.

Sementara GM Pemasaran pertamina Region 4, Yanuar Budi Hartanto menambahkan, untuk wilayah DIY dan Jateng suplai premium ke SPBU mencapai rata-rata 1.000 liter perhari. Sedangkan untuk pertalite dan pertamax masing-masing 4.000 liter perhari per SPBU.(SM)