Juara Dunia Cilik Jadi Jawara O2SN

172
Christo Setiabudi menyabet medali emas di nomor kata perseorangan putra, Rabu (19/09/2018) siang, dari cabang karate O2SN 2018. (rosihan anwar/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Gerakan sempurna dari karateka pelajar Christo Edbert Setiabudi mengantar atlet asal Pati Jawa Tengah itu menjadi kampiun di nomor kata perseorangan putra pada cabang karate tingkat SMP. Christo mampu mengalahkan lawan-lawannya pada partai final yang dipertandingkan di Ballroom Hotel Jambu Luwuk Yogyakarta.

Di atas matras karate pada partai final Rabu (19/09/2018) siang, empat wasit memberikan nilai nyaris sempurna untuk Christo. Karateka pelajar asal DKI Jakarta, Marko, akhirnya harus puas duduk di peringkat kedua setelah tak mampu mengungguli perolehan nilai yang dicapai Christo Edbert Setiabudi.

Saat diwawancarai koranbernas.id, Christo mengakui keberhasilan di O2SN 2018 ini berkat kerja keras dan latihan intensif, tidak hanya di bawah bimbingan pelatih O2SN tetapi juga latihan disiplin yang diterapkan sang ayah, Teddy Setiabudi. Latihan fisik kerap dilahap oleh pelajar berusia 13 tahun tersebut.

Christo mempersiapkan diri selama kurang lebih dua bulan sebelum mengikuti O2SN dengan membela panji Jawa Tengah. “Saya berusaha untuk latihan keras selama dua bulan lebih, dengan latihan setiap hari,” katanya.

Latihan pendalaman teknik untuk nomor kata juga dilakukan pelajar yang pernah bersekolah di SDN Sekarjalak Margoyoso Kabupaten Pati itu.

“Jauh-jauh hari sebelumnya saya dilatih fisik. Mendekati pertandingan mulai dilatih teknik dan banyak latihan gyon (jurus),” tuturnya usai meraih medali emas.

Teddy Setiabudi, ayah dari Christo, mengungkapkan tidak hanya latihan fisik dan memperdalam teknik atau jurus karate, dirinya juga menanamkan mental bertanding dan disiplin yang tinggi saat melatih Christo.

“Persiapannya jangka panjang kami mulai dari latihan fisik, kemudian teknik. Selain itu, mental juga penting,” sebutnya.

Keberhasilan Christo di O2SN 2018 cabang karate tingkat SMP sebenarnya bukanlah sebuah kejutan. Selain menjadi unggulan pertama, putra pasangan Teddy Setiabudi dan Sylvia Sutrisno itu juga merupakan juara dunia karate yunior nomor kata perseorangan pada kejuaraan dunia International Karate-do Union of Singapore pada bulan Desember 2017.

Selain itu, siswa SMPN 1 Pati ini juga pernah menorehkan tinta emas yaitu menjadi yang terbaik pada ajang Kejuaraan Dunia Karate Shitoryu yang digelar tahun 2016 silam di Monterrey Meksiko. (sol)