“Juara Purbalingga ”, Hadir Atasi Permasalahan Kesehatan Remaja

312
Pengurus Juara Purbalingga berfoto bersama. (Prasetiyo/koranbernas

KORANBERNAS.ID—Prihatin dengan masih banyaknya permasalahan kesehatan yang dialami para remaja di Kabupaten Purbalingga,Wahyulin Aprilia, S.Tr. Keb  (23), berinisiatif membentuk komunitas Juru Kesehatan Remaja atau yang lebih dikenal “Juara Purbalingga”.

“Saat ini, pengurus inti komunitas Juara Purbalingga ada 15 orang, berasal dari sarjana kesehatan  berbagai bidang atau Interprofessional Collaboration (IPC). Mereka anak-anak muda dari Purbalingga semua. Ada dokter, dokter gigi, bidan, perawat, ahli gizi, dan psikolog. Kami berkolaborasi untuk mengatasi permasalahan kesehatan remaja Purbalingga,” ujar Wahyulin Aprilia ketika ditemui koranbernas.id di rumahnya, RT 2/RW 3 Desa Sokanegara,Kecamatan Kejobong, Purbalingga,Selasa (12/06/2018).

Juara Purbalingga dilaunching Minggu (10/06/2018) melalui kegiatan Posyandu Remaja pertama di Desa Onje, Kecamatan Mrebet. Kegiatan ini bekerjasama dengan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) Kembang Burus dan Puskesmas Mrebet. Hadir dalam launching itu, Kepala Puskesmas Mrebet, drg Rahayu.

Wahyulin mengakui,  mengingat kebutuhan remaja yang cukup kompleks, maka Juara Purbalingga membekali remaja secara komprehensif, agar mereka tumbuh sebagai remaja yang sehat dan berkualitas.

Baca Juga :  Jelang Idul Fitri, Industri Sagon dan Satu Kebumen Lipat Gandakan Produksi  

Pada tahun 2018 ini, lanjut Wahyulin Aprilia, seluruh SMA-SMK, SMP-MTS se-Kecamatan Kejobong  akan menjadi  pilot project layanan Juara Purbalingga.

”Target kami selanjutnya, seluruh desa dan sekolah di Purbalingga, yakni SMA-SMK, SMP/MTs pada tahun 2020, sudah terlayani oleh Juara Purbalingga semua,”ujar Wahyulin,  sarjana terapan kebidanan alumni Program studi Kebidanan Fakultas Sekolah Vokasi UGM Yogyakarta ini.

Pengurus Juara Purbalingga berfoto bersama. (Prasetiyo/koranbernas

Wahyulin atau yang akrab dipanggil Ulin mengakui, sebelumnya dirinya bersama tim mengembangkan Juara di Yogyakarta dan berhasil.

Terinspirasi dari Juara di Yogyakarta ini, akhirnya Ulin berinsiatif memberikan sumbangan pemikirannya untuk daerah kelahirannya, Purbalingga. Targetnya, semakin banyak remaja sehat dan berkualitas di Purbalingga sehingga bisa memberi manfaat untuk kemajuan pembangunan.

Fokus kegiatan Juara,  sambung Wahyulin, ada dua. Pertama, Posyandu remaja. Posyandu remaja merupakan pelayanan kesehatan dasar yang komprehensif mulai dari deteksi dini, konseling, tata laksana kasus dasar hingga kasus rujukan. Posyandu remaja menggunakan sistem 5 meja.

Baca Juga :  Belajar Dulu Baru Jual ke Obyek Wisata

Meja 1 pemeriksaan fisik meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan, lingkar lengan atas dan pemeriksaan tekanan darah.

Meja 2 pemeriksaan khusus meliputi pemeriksaan gigi, pemeriksaan mata, pemeriksaan kadar haemoglobin dan pemeriksaan gula darah.

Kemudian  meja 3 konseling kesehatan reproduksi, meja 4 konseling psikologi, dan meja 5 gizi kesehatan meliputi menghitung indeks masa tubuh dan pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri.

“Dari kelima meja itu, nanti disimpulkan keadaan remaja secara umum,” ujar Wahyulin.

Fokus kegiatan kedua, tutor sebaya. Yakni  kegiatan diskusi kelompok dengan pembahasan kesehatan reproduksi yang dipandu oleh teman sebaya yang sebelumnya telah dilatih.

Ulin menjelaskan, fokus kegiatan Juara  dapat diterapkan di sekolah maupun lingkungan masyarakat dengan menggerakkan organisasi yang sudah ada. Diantaranya melibatkan  Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), Palang Merah Remaja (PMR), dan Karang Taruna.

“Untuk mengatasi permasalahan kesehatan remaja ini, kami juga melayani konsultasi online. Silahkan hubungi kami di nomor 081915483680,”ujar Wahyulin Aprilia. (SM)