Jumlah Keluarga Miskin Cenderung Turun

176

KORANBERNAS.ID – Jumlah keluarga miskin di Kabupaten Sleman cenderung turun. Hal ini diakui Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sleman, Sri Murni Rahayu SH MM.

“Kemiskinan di wilayah Kabupaten Sleman menunjukkan angka penurunan yang positif. Target penurunan kemiskinan di Sleman kurang lebih sekitar 2,20 persen,” kata Murni di kantornya, Rabu (07/02/2018).

Sesuai visi misi Bupati Sleman, target pada 2021 kemiskinan di Sleman harus mencapai 8 persen saja dari total penduduk di Sleman. Posisi tahun 2016-2017 kemiskinan mencapai 10,20 persen.

Menurut dia, pada 2016 masih terdapat kepala keluarga (KK) miskin sejumlah 38.873 KK atau 10,60 persen dari 366.698 KK. Dibanding 2015, terjadi penurunan sebanyak 2.150 KK miskin atau 1,16 persen yaitu dari 41.023 KK miskin menjadi 38.873 KK.

Dalam upaya menurunkan angka kemiskinan, Pemkab Sleman terus melaksanakan berbagai program. Salah satunya melalui Pelayanan Sosial Satu Pintu.

Program tersebut merupakan suatu sistem layanan yang dikembangkan di kabupaten ini untuk membantu mengidentifikasi kebutuhan dan keluhan masyarakat miskin secepat mungkin.

Selain itu, pelayanan ini juga digunakan rujukan dan menghubungkan warga miskin dengan program layanan yang dikelola pemerintah sesuai kebutuhan yang diinginkan.

“Pelayanan Sosial Satu Pintu juga digunakan untuk memantau penanganan keluhan sudah dilayani dengan baik atau belum,” kata Murni.

Dia mengimbau masyarakat yang memerlukan pelayanan dan belum terdaftar dalam satu program dapat langsung mendatangi Dinas Sosial Kabupaten Sleman.

Adapun syaratnya, cukup membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dengan mengutarakan keluhan yang dialami. (sol)