Jumlah TPS Akan Ditambah

427

KORANBERNAS.ID–Pemilu tahun 2019 yang digelar 17 April di tahun tersebut berbeda dengan pemilu pada tahun 2014 silam. Jika di tahun lalu  pemilih hanya mencoblos empat kertas suara yakni pemilihan DPD, DPRD Bantul, DPRD DIY dan DPR RI, untuk tahun 2019 ditambah dengan pemilihan Presiden Wakil Presiden

“Pada tahun 2014 pemilihan dibagi dua kali, tapi di 2019 serentak. Kertas suara ada lima lembar, dan ini pasti menambah waktu pemilih di bilik,”kata Ketua Divisi Keuangan, Umum dan Logistik KPU Bantul, Didik Joko Nugroho S.Ant kepada koranbernas.id disela kegiatan diskusi angkringan “Merajut Potensi Gerakan Sosial Dalam Upaya Peningkatan Kesadaran Politik Masyarakat Menuju Pemilu Serentak Tahun 2019” di KPU Bantul, Selasa (19/12/2017) sore.

Acara yang dipandu komisioner KPU Bantul,Titik Istiawatun Khasanah menghadirkan nara sumber Hamdan Kurniawan SIP, MA ketua KPU DIY, Dr Phil Ridho Al Hamdi, MA dosen MIP UMY dan Sunaji Zamroni MA Direktur  Eksekutif IRE Yogyakarta.

Menurut Didik, dengan bertambahnya durasi waktu yang diperlukan, maka untuk Tempat Pemungutan Suara (TPS) juga dipastikan ditambah. Pihaknya sudah melakukan simulasi dengan 600 pemilih seperti pemilu 2014 per TPS, maka waktu coblosan hingga penghitungan bisa sampai dini hari pada hari berikutnya.

Untuk itulah tahun 2019 per TPS akan dimaksimalkan hanya untuk 300 pemilih. Berdasarkan simulasi dari pencoblosan pukul 07.00 WIB-13.00 WIB ditambah penghitungan  maka maksimal menjelang mahrib proses sudah selesai.

“Kita sudah melakukan penghitungan  kira-kira jumlah TPS yang diperlukan,” kata Didik. Jika dengan asumsi Daftar Pemilih Tetap (DPT) 790.000 pemilih di tahun 2019 naik dari 2014 sebesar 732.124 pemilih, maka jumlah TPS yang dibutuhkan adalah 2.600 TPS. Jumlah ini naik dari TPS tahun 2014 sebanyak 2.293 TPS.

“Tapi ini baru hitung-hitungan sementara saja belum fiks,”katanya.

  •  Sementara itu Sunaji mengatakan untuk menghilangkan budaya politik uang di tengah masyarakat maka harus ada contoh dari atas terkait hal tersebut.

“Biasanya masyarakat akan meniru apa yang dilihat dalam kehidupan mereka. Misal korupsi oleh para pejabat, nah ini yang harus diberantas,”katanya. (yve)