Juri Sekolah Sehat Diarak Dokar Hias

633
Juri Lomba Sekolah Sehat tingkat nasional melakukan penjurian di SDN Sungapan, Rabu (18/07/2018). (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sungapan yang berlokasi di Sungapan Dukuh Desa Argodadi Kecamatan Sedayu Bantul maju Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat nasional, Rabu (18/07/2018).

Penjurian dipimpin oleh Dr Jan Marpaung MPd dari Direktorat PSMD Disdakmen RI. Kedatangan tim juri disambut pejabat dari Pemkab Bantul, Kepala Disdikpora Bantul, Didik Warsito, Camat Sedayu Drs Fauzan Muarifin, Danramil Kapten (Inf) Kusmin, Panit I Binmas Polsek Sedayu, Ipda Gunawan dan ratusan warga setempat.

Juri diarak menggunakan dokar hias dari Balai Desa Argodadi menuju sekolah Adiwiyata tersebut. Sepanjang lokasi lomba tim juri disambut anak-anak sekolah yang mengibarkan bendera merah putih kecil-kecil, gejog lesung dan juga karawitan warga sekitar.

Selain ke SDN Sungapan, tim juri juga melakukan penilaian lomba ke TP UKS Kecamatan Sedayu yang berlokasi di Dusun Sorobayan Desa Argomulyo.

Kepala SDN Sungapan, Ngadina MPd, mengatakan pihaknya merintis sekolah sehat sejak 2016 . Dan pada 2018 mendapat peringkat pertama di DIY sehingga maju ke tingkat nasional.

“Kami merintis sekolah sehat dengan tujuan membiasakan siswa untuk menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Selanjutnya PHBS tersebut bisa ditularkan di lingkungan masing-masing,” kata Ngadina.

Sekolah ini juga telah menetapkan Kawasan Tanpa Rokok (KTR), siswa selalu mencuci tangan di wastafel yang banyak tersedia di sekolah tersebut, membuang sampah secara terpisah di bak sampah di depan setiap kelas, kantin yang menjual makanan sehat.

Ada juga tanaman obat keluarga (Toga), taman hijau, kegiatan daur ulang sampah dan pembuatan kompos, sehingga tercipta lingkungan yang bersih termasuk kamar mandi dan toilet. Masyarakat dalam radius 500 meter dari sekolah memberikan dukungan berupa penerapan PHBS di lingkungan masyarakat.

Sedangkan Marpaung mengatakan penilaian itu diharapkan mampu menjadi motivasi bagi pihak sekolah untuk terus menerapkan PHBS di sekolah tersebut. “Tentu saja harapnya PHBS akan menjadi habit atau kebiasaan di lingkungan sekolah dan juga di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Sehingga tercipta masyarakat Indonesia yang sehat,” katanya. (sol)