KA Harus Melambat Saat Lintasi Jembatan Luk Ulo

634
Kondisi Jembatan KA Luk Ulo yang diduga mengalami perubahan struktur bangunan, Rabu (23/05/2018) siang. (nanang wh/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Jembatan Kereta Api (KA) Luk Olo di BH 1751 kilometer 449+8/9 antara Soka dengan Kebumen Jawa Tengah mengalami perubahan struktur.

Diduga, ini terjadi karena adanya galian pekerjaan jalur ganda di dekat jalur existing, Selasa (22/05/2018), sehingga menyebabkan kereta api harus melambat saat melintasi jembatan tersebut.

Rabu (23/05/2018), perjalanan   KA di  jalur  selatan  Jateng sudah normal.  Namun kecepatan  perjalanan KA di lokasi itu maksimal  20 km per jam. Pemasangan rambu Semboyan II B menunjukkan kecepatan maksimal KA hanya 20 km per jam.

Jembatan KA Luk Ulo masih dalam pemantauan intensif Seksi Jalan dan Jembatan Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto. Pekerjaan di bawah jembatan itu masih berjalan normal.

Manajer Humas Daop 5 Purwokerto Ixfan Hendriwintoko menjelaskan, kejadian berawal dari laporan pengawas Satker WIKA kepada petugas Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) Kebumen.

Pada Selasa (22/05/2018) dini hari, ada pelat andas di lokasi tersebut miring. Laporan segera diteruskan oleh PPKA Kebumen ke petugas Pusat Pengendali Operasi KA (Pusdalopka).

Laporan dari PPKA Kebumen ini ditindaklanjuti oleh petugas Pusdalopka dengan menghubungi kepala Resort Jalan Rel 5.15 Kebumen.

Setelah  menerima laporan, tim Resort Jalan Rel langsung meluncur ke lokasi dan mengamankan jalur agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Selama pengerjaan perbaikan jalur dipasang Semboyan 3 yang berarti tidak boleh dilalui KA dan selesai pada pukul 04:40 dengan kecepatan sementara pada lokasi dibatasi 5 km per jam.

Akibat kejadian tersebut, beberapa perjalanan kereta api arah Purwokerto ke Surabaya atau sebaliknya mengalami kelambatan.

Kereta api yang mengalami kelambatan di antaranya KA Kahuripan. Kereta api ini terpaksa berhenti di Stasiun Soka sehinggga mengalami keterlambatan selama 223 menit. KA Sawunggalih berhenti di Stasiun Sruweng terlambat 212 menit, KA Lodaya berhenti di Stasiun Karanganyar terlambat 206 menit.

Kereta api lain, KA  Senja Utama Yogya  berhenti di stasiun Karanganyar terlambat 194 menit, KA Turangga berhenti di Stasiun Gombong terlambat 171 menit.

“Hari Selasa ada 12 KA yang harus berhenti di beberapa stasiun karena jembatan KA Luk Ulo, tidak bisa dilewati,“ kata Ixfan.

Dia menjelaskan, untuk kereta api yang mengalami kelambatan lebih dari 3 jam  manajemen PT KAI memberikan service recovery sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Mewakili manajemen Daop 5 Purwokerto, menyampaikan permohonan maaf atas kelambatan ini dan akan tetap memberikan pelayanan terbaik. (sol)