Kades Candiwulan Tersangka karena Aspal Mix

142
AKBP Arief Bahtiar, Rabu (05/09/2017) menunjukan tersangka dan barang bukti kepada media. (Humas Polres) 

KORANBERNAS.ID–Diduga mengurangi volume aspal mix untuk pemeliharaan jalan di desanya tahun anggaran 2016, Kepala Desa Candiwulan,  Kecamatan Kebumen, harus berurusan dengan  pihak berwajib. Satuan Reserse dan Kriminal   (Sareskrim) Polres Kebumen menahan tersangka dengan dugaan kerugian negara Rp 307 juta.

Kepala Sub Bagian Humas Polres Kebumen AKP  Suparno kepada koranbernas.id, Kamis (06/09/2018) menjelaskan, tersangka Kepala Desa Candiwulan, SDP (35) bersama-sama dengan Spm (28) warga Desa Tanuharjo,  Kecamatan Alian, Kebumen serta WH (36),  warga Desa Wirogaten, Kecamatan Mirit,   melaksanakan pemeliharaan jalan desa.

Namun berdasarkan  penilaian dinas tehnis, volume pekerjaannya tidak sesuai dengan dana yang dikeluarkan desa. Nilai pekerjaan yang diterima tersangka Spm selaku pelaksana proyek, lebih tinggi dibanding dengan volume pekerjaan yang diselesaikan. Dalam penyelidikan, diduga ada kekurangan aspal mix mencapai 141 ton.

Baca Juga :  Daop 5 Purwokerto Pastikan Lintasan Aman Libur Natal dan Tahun Baru

“Ketiga tersangka disangka melanggar Pasal 2 atau 3 Undang-undang 31 tahun 1999 sebagaima diubah Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 KUHP,”kata Suparno.

Tersangka juga melaksanakan pekerjaan tanpa melibatkan TPK atau Tim Pelaksana Kegiatan. Mereka secara bersama sama mengerjakan   pemeliharaan jalan desa.

Berdasarkan penilaian pekerjaan oleh Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Kebumen, volume pekerjaan jalan 1.272 meter tapi hanya terealisasi 1.254 meter. Sesuai rencana ketebalan jalan yang seharusnya rata-rata 5 cm. Tapi kenyataannya ketebalan jalan bervariasi  antara 2,6 cm sampai dengan 5,3 cm.  Sehingga terjadi selisih kurang volume 141 ton.

Nilai kerugian negara akibat selisih kurang volume pekerjaan dan pembayaran yang bersumber dari Dana Desa, berdasarkan audit  Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mencapai Rp 397,162 juta.

Baca Juga :  KTIN Dibuka Tanpa Kehadiran Pimpinan KPK

Nilai kerugian negara itu dihitung dari nilai uang yang telah diterima tersangka Spm, dikurangi dengan selisih nilai pekerjaan.

Penyidik berhasil menyita barang bukti, uang tunai Rp 8,5 juta, bukti-bukti surat dan keterangan saksi. (SM)