Kaesang pun Jadi Makelar Makanan Rumahan Ibu-ibu

115
Kaesang Pengarep menyampaikan paparannya dalam talkshow "Muda, Kreatif, Sukses" di UJB, Selasa (10/04/2018).(yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Siapa tak tahu Kaesang Pengarep. Anak bungsu Presiden Joko Widodo (jokowi) tersebut alih-alih ikut terjun ke dunia politik namun malah asyik jadi entepreneur menyusul kakak sulungnya Gibran Rakabuming.

Berawal jadi Vlogger yang memiliki belasan juta subcriber, Kaesang kini merambah bisnis makanan dan teknologi start up. Terakhir, mahasiswa yang berkuliah di Singapura tersebut meluncurkan aplikasi madhang.id.

Aplikasi marketplace makanan yang mirip Go Food tersebut menyasar kuliner rumahan. Kaesang menyasar ibu rumah tangga (IRT) sebagai mitranya menjual beragam menu rumahan.

“Ide saya simpel biar aplikasinya juga simpel. Banyak orang bilang kalau makanan paling enak ya masakan ibu, kalau masakan ibu saya sih….enak sekali. Karena itu saya menyasar ke ibu-ibu rumah tangga untuk berjualan masakan rumahan lewat aplikasi ini,” ungkap Kaesang dalam talkshow “Muda, Kreatif, Sukses” di Universitas Janabadra Yogyakarta (UJB), Selasa (10/04/2018).

Baca Juga :  Target DIY Miliki 100 Sekolah Siaga Bencana

Daripada bergosip menggunakan sosial media (sosmed), menurut Kaesang, ibu-ibu bisa meningkatkan perekonomiannya dengan menjual masakan yang sehari-hari mereka buat di dapur. Untuk mengatasi kendala penggunaan smartphone sebagai alat transaksi, customer service (CS) aplikasi tersebut siap membantu para ibu.

Sejak diluncurkan 11 Desember 2017, madhang.id sudah memiliki mitra lebih dari 2.400 orang dari berbagai daerah, terutama di Pulau Jawa. Kaesang mentargetkan tahun ini transaksi aplikasi itu bisa mencapai 100 ribu per hari.

“Kami juga kerjasama dengan dinas kesehatan untuk menjaga kebersihan dan keamanan makanan yang dibuat ibu-ibu,” jelasnya.

Pembicara lainnya, Yoki B Sembodo, Executive Vice President start up asal Yogyakarta, angon.id mengungkapkan, dia bersama tim mengembangkan transaksi secara modern melalui aplikasi tersebut. Hingga saat ini sudah terjual lebih dari 11 ribu ternak, terutama kambing ke sejumlah negara.

Baca Juga :  Gunung Slamet 'Meletus', Warga Berlarian Mengungsi

“Kami juga memiliki member lebih dari sepuluh ribu saat ini,” ujarnya.

Sementara Rektor UJB, Ir Cungki Kusdarjito PhD mengungkapkan, pengembangan jiwa kewirausahaan dilakukan kampus melalui berbagai upaya. Diantaranya melalui Janabadra Enterpreneurs Valley sebagai rintisan inkubator bisnis di lingkungan kampus.

Untuk mengembangan program itu, UJB menggandeng Junior Chamber International (JCI). Organisasi kepemudaan dunia yang bergerak di bidang individual development, business, community dan international.

“Kami bekerjasama dengan JCI dan Hipmi untuk memberdayakan generasi muda,” imbuhnya.(yve)