Kala Penari Jathilan Beraksi

Meriahkan Bakdo Kupat Kampung Wisata Budaya Pandeyan

279
Pentas seni jathilan memeriahkan rangkaian acara Bakdo Kupat yang digelar warga Kampung Wisata Budaya Pandeyan. (sholihul hadi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Di antara semerbak aroma dupa dan iringan gamelan yang bertalu-talu, para penari jathilan itu tampak penuh semangat beraksi di hadapan penonton, Sabtu (23/06/2018) siang.

Penampilan anak-anak muda tergabung dalam Seni Tari Jathilan Kreasi Baru Krido Turonggo Mudo Kampung Wisata Budaya Pandeyan kali ini, merupakan bagian dari kemeriahan acara tahunan Bakdo Kupat Kirab Budaya Kenduri Ketupat Kampung Wisata Budaya Pandeyan Umbulharjo Kota Yogyakarta.

Puncak acara tersebut berlangsung Minggu (24/06/2018) siang ditandai turunnya Bregada Rakyat “Lombok Ijo”, Bregada Rakyat Putri “Kali Nyamat” serta Bregada Rakyat “Lombok Abang”, guna mengiringi arak-arakan gunungan ketupat, dilanjutkan dengan kenduri ketupat di halaman masjid setempat.

Baca Juga :  Warga dan Komunitas Berbagi Masker

“Acara rutin Bakdo Kupat digelar satu minggu setelah Idul Fitri. Tahun ini sudah yang ke-8,” ungkap Ny Sumarni, ketua panitia acara tersebut kepada wartawan di sela-sela acara.

Dia menyampaikan, Bakdo Kupat selain sebagai sarana silaturahim dan saling memaafkan, juga menjadi bagian dari pengembangan dan pelestarian seni budaya di kampung tersebut, sekaligus sebagai atraksi wisata  yang menarik perhatian wisatawan.

Bazar Kuliner dalam rangka Bakdo Kupat. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Rangkaian acara yang berlangsung dua hari itu diawali Sabtu pagi, berupa Reresik Kampung dilanjutkan Cethik Geni yakni mengidupkan api pertama untuk memasak sekitar seribu ketupat.

Ada juga bazar kuliner, pentas seni jathilan dan malam harinya pengajian akbar oleh KH Muhammad Zainullah serta Hadroh “Qurotaayun”.

Baca Juga :  Mushala Ar-Rahman Warga Nogomudo Diresmikan

Sementara Kirab Budaya Bakdo Kupat berlangsung Minggu pukul 14:00 dilanjutkan Kenduri Ketupat dan malam harinya pergelaran wayang kulit. Menariknya, acara Bakdo Kupat dihadiri oleh perwakilan dari semua agama.

Ny Sumarni, ketua panitia acara Bakdo Kupat. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Kampung Pandeyan dulunya merupakan tempat pembuatan berbagai peralatan dari besi seperti tombak, pedang, mata bajak, sabit dan perangkat gamelan.

Memang ada sejumlah versi mengenai asal usul kampung tersebut. Yang pasti, Kampung Pandeyan memiliki beragam aktivitas seni yang terus dikembangkan oleh warganya.

Selain bregada, juga ada kegiatan karawitan, jathilan anak-anak, ketoprak Mataram, gejog lesung, ledek gogik, Hadroh “Qurrotaayun” maupun keroncong “Ngudiroso”. (sol)