Kala Puan Maharani Terkesima Tembang Macapat

324
Menko PMK RI Puan Maharani dan Mendikbud Muhadjir Effendy foto bersama usai menerima kenang-kenangan buku karya santriwati, saat berkunjung ke Madrasah Muallimaat Yogyakarta, Selasa (03/04/2018). (sholihul hadi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI, Puan Maharani, terkesima tatkala mendengarkan alunan tembang macapat yang dibawakan oleh Aisyah Diva.

Tembang Pangkur yang bercerita tentang nusantara dengan segala perbedaan dan keindahannya itu langsung membuahkan hadiah berupa gitar akustik.

Aisyah merupakan salah seorang dari ribuan santriwati Madrasah Muallimaat Yogyakarta yang memperoleh kesempatan berdialog dengan Puan Maharani.

Santriwati lainnya, Zakya Elma, juga memperoleh hadiah dari Puan Maharani karena pintar berpidato dalam bahasa Arab.

Menko PMK, Puan Maharani, menyerahkan bantuan berupa mushaf Al Quran untuk Madrasah Muallimaat Yogyakarta. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Kunjungan kerja Puan Maharani ke Madrasah Muallimaat Yogyakarta, Selasa (03/04/2018) kali ini juga disertai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Wakapolri serta anggota MPR RI.

Kunjungan kerja ke DIY ini sekaligus dalam rangka menyerahkan bantuan bagi penerima Program Keluarga Harapan (PKH).

Di hadapan ribuan santriwati madrasah yang didirikan pada 1918 oleh KH Ahmad Dahlan itu, Puan Maharani merasakan kehadirannya ke madrasah ini seperti kembali ke keluarga besarnya.

Ini karena, Presiden pertama RI Soekarno adalah sosok yang tidak bisa dipisahkan dari organisasi Muhammadiyah. Demikian pula moyangnya. “Ada kalimat dari Bung Karno kakek saya, yang membuat saya seperti kembali ke  rumah saya,” kata Puan.

Sekali Muhammadiyah Tetap Muhammadiyah. Kalimat itulah yang dicetuskan Bung Karno dan terpasang di madrasah tersebut.

“Kalau membaca sejarah terlihat bagaimana Bung Karno sangat mencintai Muhammadiyah. Nenek saya, Fatmawati juga Aisyiyah. Beliau berdua orang Muhammadiyah. Bapak dari ibu Fatmawati itu Konsul Muhammadiyah di Bengkulu. Jadi, kedekatan keluarga kami dengan Muhammadiyah itu sudah sejak dulu, bukan saya mengaku-ngaku,” paparnya.

Direktur Madrasah Muallimaat Yogyakarta, Agustiani Ernawati, dalam sambutannya menyatakan kehadiran Menko PMK RI Puan Maharani dan Mendikbud Muhadjir Effendy ibarat kado yang sangat berharga, apalagi bertepatan dengan satu abad Madrasah Mualimat.

Saat ini, madrasah tersebut memiliki ribuan siswi dari 34 provinsi di Indonesia. Mereka menempati 13 asrama yang terpisah-pisah di tiga kampung yaitu Suronatan Notoprajan dan Kauman.

Pihaknya memiliki harapan besar dapat mendirikan kampus terpadu yang langsung di bawah koordinasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Minimal dibutuhkan lahan seluas lima hektar untuk menampung 3.000 santriwati.

Keinginan memiliki kampus terpadu itu memperoleh respons dari Puan Maharani. “Saya tadi berbisik dengan Pak Mendikbud bagaimana ikhtiar memiliki kampus terpadu ini bisa tercapai. Pak Mendikbud menjawab ya Buk nanti kita pikirkan,” kata Puan Maharani. (sol)