Kala Puisi dan Fotografi Menyatu

Diskusi Buku Kepundan Kasih Karya Novi Indrastuti dan Harno Depe di UGM

119
Novi Indrastuti. (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Diskusi buku puisi Kepundan Kasih karya Novi Indrastuti (penyair) dan Harno Depe (fotografer) diselenggarakan, Senin (17/09/2018) pukul 15:00-17:30 di Auditorim Fakultas MIPA UGM Yogyakarta.

Buku tersebut terbilang unik karena menyatukan karya fotografi dengan karya puisi sehingga bisa disebut sebagai puisi-fotografi.

Seorang penyair dan mengelola Sastra Bulan Purnama Tembi Rumah Budaya, Ons Untoro, tampil sebagai narasumber yang membahas buku tersebut. Sedangkan moderator Dra. Sritanti MSi, perempuan penyair dan pengajar di Undip Semarang.

Novi Indrastuti sehari-harinya sebagai pengajar Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya UGM. Dua buku puisi fotografi yang pernah diterbitkan Novi Indrastuti Di Balik Lensa Kata dan Bingkai Kehidupan.

Harno Depe. (istimewa)

“Puisi-puisinya banyak diterbitkan dalam antologi bersama dengan sejumlah penyair lainnya,” ungkap Ons Untoro, Jumat (14/09/2018).

Sejak lama Novi memang sudah mencitai puisi. Keseriusannya berkecimpung dalam dunia puisi dibuktikan dengan menulis skripsi S-1 dan tesis S-2 yang berkaitan dengan puisi.

Baca Juga :  Satpol PP Persilakan PKL Berdagang di Alun-alun

Studi S-3 ditempuhnya di Negeri Ginseng. Gelar doktor dalam bidang Bahasa dan Sastra Korea diraihnya dari Kyungnam University Korea Selatan.

“Sampai sekarang saya masih mengajar di Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya UGM dan mengajar mata kuliah teori puisi,” ujar Novi Indrastuti.

Sementara Prof Dr Harno Dwi Pranowo MSi yang lebih dikenal dengan nama Harno Depe sehari-harinya bertugas sebagai dosen Departemen Kimia Fakultas MIPA UGM.

Keterlibatannya membimbing mahasiswa yang memiliki minat fotografi di Unit Kegiatan Mahasiswa bidang Fotografi UGM (UFO) memberi kesempatan untuk semakin menyatu dengan kegiatan fotografi.

“Karya foto yang baik tidak harus hanya dinikmati oleh fotografer dan  kalangan terbatas di komunitas, tetapi harus dinikmati oleh masyarakat secara luas,” ujar Harno Depe.

Buku puisi fotografi Kepundan Kasih karya kolaborasi Novi Indrastuti dan Harno Depe merupakan kolaborasi yang ketiga. Keduanya seperti terus ingin memberikan identitas puisi fotografi dalam karya-karya selanjutnya.

Baca Juga :  Hadapi Cuaca Ekstrem, BPBD Gandeng Ribuan Relawan
Cover buku Kepundan Kasih. (istimewa)

Foto-foto dalam buku puisi-fotografi Kepundan Kasih dibuat Harno Depe dalam tahun yang berbeda-beda dan di lokasi yang berlainan, tidak hanya di Yogyakarta atau Jawa tetapi juga di Flores,  Lombok, Bali, Wakatobi Sulawesi Tenggara, Bratislava Eropa.

Ada juga foto-foto yang dibuat dengan mengambil lokasi di Wonosari, Sleman, Semarang, Wonosobo, Banyuwangi.

Novi Indrastuti menulikan puisi untuk memberi warna lain dari foto-foto karya Harno Depe. Fotonya sendiri sudah penuh warna. Melalui puisi, Novi seperti memberikan warna lain  pada foto-foto karya Harno Depe.

Diskusi buku pusi-fotografi Kepundan Kasih, juga diisi pembacaan puisi oleh Prof Dr Triyono SU, Prof Dr Harno Dwi Pranowo MSi, Dr Novi Indrastuti M Hum dan Wahjudi Djaja SS MPd maupun performance dari Sanggar Lincak FIB UGM. (sol)