Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Prof Dr Yohana Yembise meresmikan desa ramah perempuan, anak dan lingkungan di Balai Desa Srigading, Sanden, Jumat (13/10/2017).(sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Prof Dr Yohana Yembise mengatakan kekerasan terhadap dan perempuan dan anak tidak boleh terjadi di negara ini. Karenanya bila terjadi kekerasan, Yohana meminta agar yang bersangkutan segera melapor kepada aparat penegak hukum.

“Kalau mengalami kekerasan, silahkan segera laporkan agar bisa diproses secara hukum,” kata Yohana saat peresmian Desa Ramah Perempuan, Anak dan Lingkungan di Balai Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Jumat (13/10/2017) sore.

Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Bantul, Drs H Suharsono, Ketua TP PKK Ny Erna Suharsono, Penggagas Srikandi Sungai UGM Prof Suratman, Lurah Desa Wahyu Widodo SE serta ratusan tamu undangan dari berbagai unsur.

Menurut Yohana, untuk melindungi perempuan dan anak sudah ada UU Perlindungan Anak (UUPA), UU Anti Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan ada UU tentang hukum kebiri bagi pelaku asusila yang belum lama ini di sahkan.

“Jadi UU sudah ada, jangan takut. Ini semua untuk melindungi kami perempuan dan anak Indonesia,” papar menteri asal Papua tersebut.

Selain itu, Yohana juga meminta kepada Bupati Bantul untuk menyediakan ruang yang cukup bagi anak-anak untuk bermain dan berkegiatan. Sehingga kalau ada yang meminta tempat seperti taman atau lapangan bola, agar bisa dipenuhi selama itu memang memungkinkan.

Sementara Lurah Desa Wahyu Widodo SE mengatakan jika mereka sudah didampingi oleh UGM sejak dua tahun silam. Berbagai program untuk memberi ruang kepada anak dan perempuan secara maksimal di desa itu.

“Misalnya lapangan bola di utara Balai Desa akan kita siapkan, selain untuk olahraga juga untuk sarana bermain anak alias play gound,”katanya.

Selain itu dalam waktu dekat segera akan dibentuk posko untuk pengaduan jika mungkin ada kasus yang menimpa perempuan dan anak di Srigading.

Sementara itu usai peresmian, menteri Yohana berkesempatan untuk melihat segala potensi kerajinan dan olahan makanan yang dibuat kaum perempuan Srigading di aula balai desa setempat. Juga melihat gejog lesung, dan bermain beryanyi bersama anak-anak dengan cerita. (yve)