Kali Mlese Meluap, 2 Hektar Padi Terendam

188
Upaya membersihkan kotoran di aliran Kali Mlese dan Kali Trucuk melibatkan alat berat, Rabu (15/11/2017). (Masal Gurusinga/koranbernas.id)

KORAN BERNAS. ID–Banjir kiriman dari kawasan Merapi dan Delanggu Klaten pada Selasa (14/11/2017) malam mengakibatkan air di Kali Mlese dan Kali Trucuk Meluap. Akibatnya sekitar 2 hektar sawah di Desa Pogung Kecamatan Cawas terendam air

Selain lahan pertanian yang siap ditanami benih, luapan air dari Kali Mlese juga menggenangi pemukiman penduduk di Desa Gombang yang bersebelahan dengan Desa Pogung.

Kepala Desa Pogung Joko Windoyo mengatakan meluapnya Kali Mlese dan Kali Trucuk bukan karena hujan. Tetapi pada malam sekitar pukul 20:00 tiba-tiba saja ada kotoran yang memenuhi kali. Bersamaan dengan itu air tidak bisa mengalir dan meluap.

“Kejadian seperti ini sering terjadi pada awal-awal musim hujan. Yang jelas kalau kawasan hulu hujan tapi di Pogung tidak hujan pasti seperti ini,” katanya saat ditemui disela-sela bersih Kali Mlese.

Selain itu kata dia, kondisi semakin diperparah dengan kondisi pintu air di Bendung Soka Karangdowo yang hanya berfungsi sebagian. Dari 4 pintu air disana hanya 2 pintu air saja yang bisa dibuka. Dua pintu air tidak berfungsi karena dibawah pintu air dipasang cor beton oleh warga Soko.

Sesaat setelah meluapnya air di Kali Mlese dan Kali Trucuk, warga Pogung dan relawan BPBD Klaten, TNI, Polri dan BSDA Bengawan Solo mengadakan kegiatan bersih kotoran di aliran Kali Mlese dan Kali Trucuk.

Dengan mengerahkan satu unit excavator (backhoe) mini proses bersih-bersih kali dimulai pagi hari hingga sore hari.

Joko Windoyo berharap untuk mengantisipasi bencana serupa terjadi maka Bendung Soko dikembalikan ke fungsi semula. “Kembalikan ke fungsi semula. Jangan di cor seperti sekarang. Sehingga kalau air.meluap pintu airnya bisa dibuka,” pintanya. (SM)