Kambing Sarana Pererat Kerukunan. Kok Bisa?

498
Kejuaraan Giricengkar Cup 2017 yang memperebutkan hadiah kambing.

KORANBERNAS.ID — Sebanyak 20 tim bola voli turut ambil bagian memeriahkan event perdana Giricengkar Cup 2017. Giricengkar adalah kesatuan wilayah yang meliputi Giriloyo, Cengkehan dan Karangkulon di Desa Wukirsari Kecamatan Imogiri.

Dalam pertandingan  tersebut disediakan hadian tiga ekor kambing bagi juara I hingga III serta tiga ekor ayam untuk juara ke IV. Pertandingan akan berlangsung selama sebulan lebih dan mendapat antusias luar bisa dari masyarakat yang datang berjubel di arena pertandingan Lapangan Cengkeh seperti terlihat pada Jumat (8/9) malam.

Ada dua tim yang bertanding yakni Lorgung (LA) Jaya versus tim Rewo-rewo yang berakhir dengan kemenangan tim Rewo-rewo lewat skor 3-0. Di pertandingan kedua tampil tim tangguh Al Ghazali yang harus takluk di tangan grup Pondok Pesantren juga dengan skor 3-0 tanpa balas.

Pertandingan ini berjalan sangat ketat dengan speed tinggi mengingat banyak pemain di grup tersebut adalah mantan pemain klub profesional Baja 78. Perolehan nilai susul menyusul ditengah sorak sorai ratusan penonton yang datang, walaupun akhirnya tim Al Ghazali harus mengakui keunggulan tim Pondok Pesantren yang malam itu tampil agresif  dengan serangan-serangan yang akurat dan cepat.

Baca Juga :  Jagoan Sumsel Byanca Raih Emas di Kelas G

Muhammad Al Fatih ketua panitia didampigi Yosan Andriyanto kepada koranbernas.id mengatakan  ide pelaksanaan kegiatan setelah melihat banyaknya potensi pemain voli handal di tiga pedukuhan tersebut.

“Akhirnya ide itu disambut oleh masyarakat dan semua semangat ikut ambil bagian,” kata Al Fatih yang pernah berkecimpung sebagai atlit Baja 78 tersebut.

Untuk berbagai keperluan lomba termasuk penyediaan hadiah, pihaknya menggandeng donatur seperti dari pengusaha batik di Wukirsari serta Al Ghazali Transport. Mengingat Wukirsari memang terkenal sebagai sentra batik utamanya di Dusun Giriloyo.

“Selain sebagai hiburan kegiatan ini  juga untuk  menjaring bibit-bibit unggul yang bisa bertanding di skala yang lebih tinggi,”katanya.

Sementara itu Yosan mengatakan, dalam pertandingan untuk pemain tiap tim berjumlah lima orang, lebih sedikit dari tim voli umumnya yakni enam orang. Ukuran lapangan dan juga net  pertandingan  juga disesuaikan lebih kecil dari ukuran semestinya.

Baca Juga :  PSM Protes Kebijakan Disdukcapil

“Saya berharap pertandingan ini, juga bisa menjadi sarana merekatkan kerukunan antar warga disini,” kata Yosan yang malam itu tampil full power.

Anggota polisi di Polda DIY ini juga menjelaskan jika pertandingan menggunakan sistem setengah kompetisi yang nantinya 20 tim akan dibagi dalam  empat grup. Selanjutnya dari babak penyisihan itu setiap grup akan diambil pemenang dan runner up untuk tampil di babak selanjutnya hingga mencapai final Oktober mendatang. (ros)