KAMMI Bentuk Cabang di Korea Selatan

347

KORANBERNAS.ID – Pengurus Pusat KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) mendeklarasikan pembentukan cabang luar negeri KAMMI, Selasa (28/11/2017) malam, di Seoul Korea Selatan (Korsel).

Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri PP KAMMI, Adhe Nuansa Wibisono, menyatakan KAMMI ingin menangkap peluang tersebut dengan mendirikan KAMMI Korea Selatan.

“Informasi dari KBRI Seoul, jumlah WNI kita di Korea ada 39.200 orang. Belum lagi mahasiswa Indonesia diperkirakan jumlahnya sekitar 4.000 orang. KAMMI ingin menangkap peluang emas tersebut,” ungkap Wibisono.

Deklarasi ini merupakan bagian dari rencana strategis pengembangan jaringan luar negeri KAMMI. “Sejauh ini KAMMI sudah mendirikan dua cabang luar negeri baru di Turki dan Malaysia. Deklarasi KAMMI Korea Selatan ini adalah yang ketiga. Sesuai renstra, KAMMI akan mendirikan 20 cabang luar negeri dalam dua tahun ke depan,” tegasnya.

Baca Juga :  Wayang Kulit Badilum Dekatkan Kritik Masyarakat

Asma Azizah, perwakilan Pengurus Pusat KAMMI yang didaulat menjadi Ketua KAMMI Korea Selatan, menyatakan saat ini muncul tren positif cukup pesatnya perkembangan muslim di Korea.

“Muslim di Korea Selatan jumlahnya hanya 145 ribu orang atau hanya 0,4 persen saja dari mayoritas yang beragama Kristen dan Konghucu. Tapi hingga saat ini sudah terdapat 15 masjid besar di kota seperti Seoul, Busan, Gwangju, Pocheon, Daegu dan kota lainnya,” kata mahasiswi S2 Korean Linguistic – Kyunghee University tersebut.

Ke depannya KAMMI Korea Selatan juga akan bekerja sama dengan berbagai komunitas Indonesia yang sudah mapan dalam sinergi program sosial dan pendidikan.

“Melihat maraknya komunitas Indonesia di Korea, KAMMI akan menjalin kerja sama dengan beberapa organisasi pelajar dan komunitas Indonesia seperti KMI, PERPIKA, dan IMUSKA,” ujar alumnus Sastra Korea Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut.

Baca Juga :  Daging Sapi Australia Lebih Empuk

Dia mengakui, sebagai organisasi baru, banyak hal yang harus dipelajari, khususnya pengelolaan program sosial dan pendidikan.

Korea Selatan menjadi negara tujuan mahasiswa dan tenaga kerja Indonesia mengadu nasib dan melanjutkan pendidikan. Dalam 40 tahun terakhir negara itu maju pesat dan menjadi salah satu raksasa ekonomi Asia. (sol)