Kampanye Antipembajakan Ala Joox dan Noah, Apa Itu ?

212
Konser Noah di Liquid Cafe (tuged sundjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Pembajakan musik masih jadi persoalan serius yang harus dihadapi pekerja seni di Indonesia pada saat ini. Mudahnya mengunduh beragam genre musik lewat media sosial (medsos) membuat para seniman musik seringkali tak mendapatkan keuntungan dari jerih payah yang dikerjakan.

Streaming musik dari aplikasi musik digital menjadi salah satu upaya untuk mengatasi persoalan pembajakan tersebut. Karenanya banyak musisi atau industri rekaman yang bekerjasama dengan perusahaan di bidang aplikasi musik digital untuk mempromosikan karya-karya musik mereka.

“Kami bekerjasama dengan joox untuk mendukung semua platform antipembajakan dari para musisi dengan konsep mendengarkan musik secara digital melalui smartphone dan layanan website,” ungkap Drian Nugroho, Marketing Manager Musica Studios disela ‘Joox Live Present Noah in Concert’ di Liquid.

Baca Juga :  Kisah Haji Tertua DIY, Gaji Veteran Ditabung untuk Naik Haji

Menurut Drian, streaming musik di aplikasi musik dirasa sangat efisien untuk mempromosikan karya para pemusik anak negeri kepada para penggemarnya. Meski ada varian gratis, konsep digital tersebut bisa mengurangi masyarakat untuk mengunduh musik secara ilegal.

Dicontohkannya, Musica Studios yang memproduseri album baru grup band Noah bekerjasama dengan Joox untuk mempromosikan karya terbaru Ariel, Lukman, Ukie dan David yang akan dirilis pada 9 September mendatang. Selama sebulan hingga 15 Oktober mendatang, para penggemar grup musik itu dapat menikmati lagu-lagu baru ciptaan Ariel dkk sebagai platform eksklusif digital di Joox.

“Selain lewat streaming, kami juga tetap memberikan pilihan cd bagi pecinta noah yang ingin membeli album secara fisik,” jelasnya.

Baca Juga :  Baru Pindahkan Burung, Rumah Amblas

Sementara Benny Ho, Senior Director of Businness Development, International Business Group Joox, mengungkapkan streaming musik secara digital sebagai upaya mereka menghargai karya para seniman musik. Aplikasi itu diharapkan dapat mendekatkan penggemar dengan musisi favorit mereka.

“Kolaborasi dengan pemusik dan industri rekaman sebagai salah satu bentuk komitmen kami untuk selalu mendukung perkembangan musik di indonesia,” ungkapnya.

Yogyakarta menjadi salah satu kota yang disasar untuk mempromosikan antipembajakan musik. Sebab Yogyakarta merupakan salah satu kota di indonesia yang penuh kreativitas dan banyak musisi yang lahir di kota ini.

“Kami ingin mengenal lebih dekat para pecinta musik indonesia di joga dan mengenalkan aplikasi musik digital yang dapat digunakan seara gratis dan legal,” imbuhnya.(Tugeg Sundjojo/yve)