Kampanye Keanekaragaman Hayati Lewat ‘Ambar dan Ketawang’

172
Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam di Pelataran Candi Prambanan, Minggu (08/07/2018).(yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Yogyakarta sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menggelar Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam di Pelataran Candi Prambanan, Minggu (08/07/2018). Festival dimeriahkan drama musikal berjudul ‘Ambar dan Ketawang’.

Drama musikal yang disutradarai Eka NP merupakan kolaborasi Komunitas Rumah Kami. Musik digarap Eko Balung dan Anteng Kitiran Band.

Dirjen Balai Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Ir Wiratno MSc mengungkapkan kampanye tersebut sebagai salah satu upaya memberikan informasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai konservasi, potensi keanekaragaman hayati dan informasi lainnya untuk mewujudkan kelestarian sumberdaya alam dan ekosistem. Dengan demikian masyarakat bisa berperan menjaga keaneragaman hayati Indonesia.

“Masyarakat diharapkan makin mengenal kekayaan hayati Indonesia dan merasa lebih memiliki lagi,” ungkapnya.

Baca Juga :  Wajah Ngatemi Berseri-seri Kala Mobil Tangki Air Datang

Sementara Kepala BKSDA DIY, Ir Junita Parjanti MT menjelaskan, Kampanye Keanekaragaman Hayati (Kehati) dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada masyarakat luas akan keberadaan keanekaragaman hayati yang ada di Indonesia khususnya di DIY. Diharapkan dengan pengetahuan yang mereka miliki, akan mampu menyadarkan dan menggerakkan mereka untuk turut membantu berperan aktif dalam upaya pelestariannya.

“Kampanye kehati sendiri merupakan event tahunan Balai KSDA Yogyakarta,” ujarnya.

Dalam Kampanye Kehati tahun 2018 yang mengusung tema “Harmoni Alam dan Budaya”, dikemas dalam bentuk lomba-lomba dan pertunjukkan seni teatrikal. Diantaranya Lomba kreasi Reuse Reduce Recycle (3R) dari sampah daur ulang yang diikuti oleh SMP Negeri se-Kabupaten Sleman.

Juara pertama diraih oleh SMP N 1 Pakem dengan tema “Kura-kura Gendong”, juara kedua diraih SMP N 4 Depok dengan tema “Elang Jawa”. Juara ketiga diraih SMP N 1 Kalasan dengan tema “Lampu Hias”.

Baca Juga :  Youthober Meriahkan Plaza Ambarrukmo

Lomba kedua adalah lomba Film Animasi Infografis Kawasan Konservasi yang ada di DIY yang diikuti oleh masyarakat umum dengan kriteria maksimal umur 23 tahun. Juara pertama diraih oleh Dionisius MP dengan judul “Mengenal CA/TWA Gamping”, juara kedua diraih oleh Tanto Febriyanto dengan judul “Aneka Ragam Kawasan CA Imogiri” dan juara ketiga diraih Bela Arga Nugraha dengan judul “CA Imogiri”.

Puncak Acara hari ini bersamaan dengan Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam dalam rangka menyambut Hari Konservasi Alam Nasional tahun 2018. Potensi keragaman hayati dari taman-taman nasional seluruh Indonesia pun ditampilkan dan pengunjung Candi Prambanan bisa dengan bebas menjelajahi ‘harta karun’ Indonesia.(yve)